CerBung : Teka Teki Cinta Part 10

“Drrrttt Drrrttt Drrrttt” dering handphone berbunyi, membangunkan Hisyam yang tengah tertidur lelap.

Tangan kanannya meraba-raba atas nakas mencoba mencari handpond. Tidak kunjung ketemu, Hisyam memilih bangun lalu menoleh ke kanan untuk melihat letak handpondnya berada.

“Klik assalamu’alaikum” salam Hisyam setelah menemukan handpond yang ia cari.

“Wa’alaikumsalam. Kapan antum berangkat ke Mesir?”tanya orang di sebrang

“ana berangkat sore nanti guru..” balas Hisyam dengan wajah lesuh

“Tidak usah berangkat!. Antum urusi saja Pon-Pes Nurul Huda dengan adam. Jam enam kalian harus sudah ada di sana. Assalamualaikum klik”

Mata Hisyam membulat” A-apa di undur?” Seketika rasa kantuknya langsung hilang ketika informasi yang ia dapat cukup mengejutkan.

“wa’alaikumsalam tutt tutt tutt”

Dengan semangat Hisyam turun dari ranjang, lalu masuk ke kamar mandi. jam baru menunjukkan pukul 02.15 WIB. Setelah sholat tahajud,Hisyam langsung ke luar kamar, tidak ada niatan untuknya membangunkan ufairah yang masih tertidur lelap.

Tuk tuk tuk

Hisyam mengetuk beberapa kali pintu kamar Adam, merasa belum ada jawaban..Hisyam semakin keras mengetuk pintu. Hingga tidak lama pintu terbuka, memunculkan Adam yang baru saja selesai membaca Al-Qur’an .

“ada apa?,kenapa berisik sekali!”tanya Adam sambil membuka pintunya dengan malas.

Tampa rasa bersalah Hisyam nyolonong masuk ke kamar Adam, kemudian duduk di lantai yang masih terhampar sajadah.

“Selama 1 bulan kita tetap di Indonesia. Guru bilang, kita di suruh mengurus pon-pes Nurul Huda. Jam enam subuh kita harus segera berangkat ke sana” ucap Hisyam sambil melihat jam dinding.

Adam memangut-mangut” sebenarnya pak kyai sudah bicara pada ana tadi malam, jadi antum tidak perlu memberitahu lagi” jawab Adam sambil menunjukan telepon pak kyai yang hampir menelepon 20 kali.

“ wahhh..guru memang paling tidak bisa di bantah!”sahut Hisyam tertawa yang langsung di beri anggukan adam.

“Ana mengenal pak kyai dari ana bayi, jadi ana sudah tahu sifatnya bagaimana”sahut adam santai dengan mata yang sudah mengantuk kembali.

“Ngomong-ngomong, ku dengar dari beberapa karyawan kamu bertemu dengan Sarah?”tanya Hisyam penasaran

Adam mengangguk pelan,membenarkan ucapan Hisyam”untuk apa?!”sahut Hisyam terkejut

“Hanya mengingatkan saja agar tidak menganggumu. Sikapnya sudah sangat keterlaluan”jujur adam dengan wajah tenang,yang kembali melebarkan matanya karena hampir tertidur.

Tampa perduli dengan kantuk Adam Hisyam kembali bertanya“apa dia masih menyukaimu?” tanya Hisyam membuat Adam menaikan sebelah halis.

“akhi menanyakan pertanyaan yang tidak bisa ana jawab”keluh Adam menghela napas berat.

“Sebenarnya aku penasaran dengan alasan Sarah, kenapa dia menganggu hubunganku dengan ufairah. Walau aku tahu,ibu sempat menjodohkanku dengannya..”bingung Hisyam mencoba berpikir

Adam terdiam tidak menjawab ucapan Hisyam. Pasalnya bukan nya Adam tidak ingin jujur,tapi ia takut kalau Adam memberitahu alasan Sarah, itu hanya akan semakin memperkeruh suasana.

Mata Hisyam melirik Adam penuh selidik” aku tahu Sarah punya dendam dengan mu adam..dia sakit hati karena aku menjodohkanmu dengan Zahra. Benarkan?”tuntut Hisyam yang langsung membuat Adam terhenyak,bahkan kantuknya langsung hilang seketika.

“Bukan seperti itu.. alasan Sarah terlalu rumit untuk ana jelaskan. Ana pun tidak ingin membahasnya”jelas Adam karena ia pun masih bingung untuk menjelaskan alasan Sarah yang sebenarnya.

Mata ufairah perlahan terbuka, kepalanya menoleh ke kanan untuk melihat pria yang berjanji untuk menjaganya saat ia tertidur. Namun sayang.. yang ia lihat hanya ranjang kosong. dengan cepat ufairah bangun, kemudian turun dari ranjang. Tangannya dengan cepat membuka lemari, namun akhirnya ia bisa bernafas lega karena ternyata Hisyam belum pergi.

“Kenapa membuka lemari,apa kamu mau ganti baju?”tanya Hisyam yang baru saja keluar dari kamar mandi.

“Ah..ti-tidak”elak ufa gugup karena tertangkap basah.

Sebenarnya ufa tidak berani untuk berkata kalau ia cemas Hisyam pergi tampa berpamitan dengannya.

sebelah halis Hisyam menaik ke atas”terus untuk apa?”tanyanya lagi.

“kenapa mas belum pergi?” tanya ufairah mengalihkan pembicaraan Hisyam, namun malah membuat wajah Hisyam merengut

“Jadi kamu mengharapkan mas cepat-cepat pergi” sahut Hisyam kecewa”baiklah, setelah sholat subuh mas akan pergi” tunduk Hisyam pura-pura sedih.

Tentu ufa langsung panik”bu-bukan begitu”timbal ufa tidak enak hati

“Terus?”lanjut Hisyam sambil melipat sajadah lalu menyampirkannya di pundak

“sudahlah lupakan!. Apa mas sudah siap-siap untuk pergi ke Mesir?””tanya ufa hati-hati

“Pemberangkatan mas kesana di undur. Lagian mas tahu..kamu tidak ingin mas pergi kan” goda Hisyam yang malah membuat ufa heran

“Padahal aku mau menitip makanan” ucap ufa polos yang langsung membuat Hisyam mendesah kesal.
Wajah ufairah terlihat ragu saat ingin membuka lemari Hisyam, walau pada akhirnya ia memilih membuka lemari. Di sana sudah terlihat, beberapa pakaian Hisyam yang sering ia gunakan. Rata-rata pakaian Hisyam berwarna jubah putih,ada juga jubah hitam,hijau dan biru.

Tangan ufairah tertarik mengambil salah satu baju Koko yang menarik perhatiannya. Baju Koko bewarna putih dengan garis garis tipis di pinggir bewarna biru, membuat baju itu terlihat menawan bagi ufa.

“Apa kamu menyukainya?”tanya Hisyam dari arah belakang ufa, membuat ufa terkejut

Ufa terdiam tidak menjawab. Tidak mendapat jawaban, tangan Hisyam mengambil bajunya dari tangan ufa lalu memakainya. Dengan bangga ia memamerkannya pada ufairah

“Bagaimana?,ketampanan ku dua kali lipat bukan,bila memakai baju hasil dari pilihan istriku” PD Hisyam membuat ufa menahan tawa

“Kenapa tertawa?”tanya Hisyam heran

“Tidak..hanya saja rambut mas lucu” tunjuk ufa kepada rambut Hisyam yang terlihat berantakan.

Hisyam nyengir”ahhh baiklah..sepertinya aku lupa, membenarkan rambutku” sahut Hisyam terkekeh kemudian membenarkan rambutnya.

Wajah ufa merengut”sepertinya gaya itu tidak cocok untuk mas”Saran ufa melihat Hisyam terlihat aneh di matanya

“Benarkah?” Hisyam kembali membenarkan rambutnya namun tetap menurut ufairah itu tidak cocok.

“Biar aku saja, tunggu sebentar!” Ufairah mengambil sisir di atas meja rias kemudian mendekati Hisyam,untuk membenarkan rambutnya.

Tangan ufairah dengan lihai mengatur gaya rambut Hisyam, bahkan Hisyam harus menahan nafas karena jaraknya sangat dekat dengan ufairah. Tapi sepertinya ufa tidak menyadarinya, ia masih terlihat bahagia mengatur gaya rambut Hisyam agar terlihat menarik.

“Sudah!.mas terlihat tampan sekarang”puji ufa semangat

Hisyam tersentak”benarkah!” Balasnya gugup ,sambil mengatur napas yang sempat ia tahan karena jantungnya sempat tidak normal.

“Apa mas sesak napas?”wajah ufa terlihat cemas melihat Hisyam terlihat mengambil napas berkali-kali

“Sepertinya..mas kekurangan oksigen” sahut Hisyam “mas keluar dulu sebentar,nanti mas kembali lagi”

Ufairah mengangguk mengerti. bahkan, ufairah tidak sadar kalau Hisyam kekurangan oksigen karena menahan nafas bila berdekatan dengannya. Hisyam hanya mendesah lega,saat ia sudah berada di luar kamar.

“Ada apa dengan antum?”tanya Adam melihat Hisyam yang terlihat menarik napas berkali-kali

Kepala Hisyam menoleh”tidak. Hanya saja aku sedikit kekurangan oksigen”jujur Hisyam memegang jantungnya yang masih berdetak kencang,apalagi saat mengingat ufairah jantungnya akan dua kali lipat berdetak dengan cepat.

“Apa antum punya asma?,”tanya Adam mencoba menebak penyakit Hisyam

Hisyam menggeleng”sepertinya ana harus periksa ke dokter” cemas Hisyam melirik Adam yang ikut menyutujui saran Hisyam.


Sarah sedang berjalan di trotoar. hari sudah mulai terang,matahari sudah mulai memunculkan sinarnya. Langkah Sarah terlihat terseok-seok,hingga ia memilih duduk di kursi yang terbuat dari tembok.

“Uhuk uhuk uhuk ” batuk sudah terdengar beberapa kali keluar dari mulut Sarah.

Tangganya memegang kepalanya yang terasa berdenyut nyeri, wajahnya terlihat pucat pasi. Sebelah tangannya jadi sandaran agar tubuhnya tidak jatuh

“Sarah!” sapa seseorang membuat Sarah menoleh namun tak lama matanya terpejam,dengan cepat ufairah memegang tubuh Sarah agar tidak terjatuh ditrotoar.

“Sarah!. Sarah!,ada apa denganmu!”panik ufairah mengoyang-goyangkan tubuh Sarah yang terlihat sangat lemas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *