CerBung : Teka Teki Cinta Part 11

Di ruangan rawat inap. Seorang gadis berhijab sedang tertidur lemah di atas ranjang. Dokter yang sudah selesai memeriksanya, melilitkan kembali stetoskop ke lehernya. kepalanya menggeleng kecil melihat keadaan wanita itu yang terlihat buruk.

“Sepertinya dia terkena demam tinggi. Dari beberapa bagian pun terlihat terdapat memar yang sudah membiru. Saya khawatir..kalau dia terkena tindakan kekerasan” kata dokter menatap ufairah yang terhenyak dengan info yang dokter berikan.

“Apa kamu keluarganya?”tanya dokter lagi.

Dengan ragu ufa mengangguk kecil”iya..dok. tapi saya sungguh tidak tahu kalau terdapat banyak memar di beberapa bagian tubuhnya” jujur ufa benar-benar tidak tahu dengan kondisi Sarah sebenarnya.

Dokter mengangguk mengerti” dia sebelumnya sangat terlihat sehat dok” ucap ufa mengingat kemarin Sarah masih terlihat sangat sehat. Bahkan saat pertengkaran dengan Zahra pun, Sarah masih bisa menjawabnya .

telunjuk dokter di ketuk beberapa kali di dagu” sepertinya..dia memang menyembunyikannya. Apalagi, dia memakai baju panjang dan cadar,tentu orang-orang tidak akan tahu tentang memar di tubuhnya”simpul dokter.

Setelah mendapat info dari dokter tentang kondisi Sarah. ufairah segera mendatangi ruangan rawat sarah. Tangannya perlahan membuka kenop pintu..

Klik.

Pintu perlahan terbuka,semerbak harum bunga Lily sudah tercium di hidung ufairah. Memang ufairah dengan sengaja memindahkan Sarah ke ruang rawat inap VIP.

Kakinya perlahan masuk ke dalam ruangan, tangannya sudah memegang erat tali tas yang ia sampirkan di pundak.

“Assalamu’alaikum” salam ufa pelan,langsung menatap seorang wanita yang sedang duduk menyandar di kepala ranjang.

“Wa’alikumsalam”balas Sarah dengan suara parau namun masih terdengar dingin di telinga ufa.

“Apa kamu baikan?”tanya ufa cemas yang sekaligus gugup.

“Ana sudah baikan. Sebaiknya ukhty pergi dari sini!”usir Sarah tampa melihat ufairah.

Kepala ufa langsung menunduk”baiklah.. aku pergi. Assalamualaikum”pamit ufa berbalik pergi.

“Terimakasih..”ucap Sarah menghentikan langkah kaki ufa”dan pergilah!” akhir kata yang langsung membuat wajah ufa kembali murung.

Diluar ruang rawat inap sarah. Ufairah terdiam, ucapan dokter tentang kondisi Sarah tentu-membuat ufairah terkejut. Pasalnya melihat kondisi Sarah yang terlihat sehat menjadi pertanyaan sendiri bagi ufairah.

Tangan ufairah membuka tas,kemudian mengambil handpond lalu mencari nama Hisyam di kontak. Setelah menemukannya ufa langsung meleponya.

Sudah dua kali ufa menghubungi Hisyam, tapi masih tidak ada jawaban. Hanya suara operator yang terdengar di telinga.

“assalamu’alaikum” salam suara di sebrang

Mendapat respon, membuat ufa kembali semangat”wa’alaikumsalam” sahut ufa cepat

Hisyam dan Adam sedang melakukan rapat dengan seluruh guru pesantren. Adam dan Hisyam yang di berikan amanat,menyampaikan point point yang di titipkan guru untuk seluruh guru dan untuk kemajuan santri-santriwati dalam belajar.

“pak kyai memberikan amanat. kalau seluruh santri bulan ini sebaiknya di ajak ke luar pesantren, untuk berlibur” ucap Hisyam melihat seluruh guru laki-laki. Karena guru perempuan berada di ruangan rapat yang terpisah dan di pimpin rapat oleh putri pak kyai.

Salah satu guru saling melirik,terlihat raut mereka terlihat menolak dengan amanat pak kyai”tapi bulan ini semua santri, sedang di fokuskan untuk menalar kitab”

“Lagian kalau berlibur. Takutnya malah membuyarkan hapalan mereka”sahut yang lain tidak setuju.

Drrrttt Drrrttt

Hp Hisyam berdering beberapa kali, mengalihkan seluruh perhatian semua orang. Dengan cepat Hisyam mematikan telepon. Tampa ingin tahu siapa yang menelepon. Merasa tidak putus asa, hp Hisyam terus berdering membuat Hisyam memilih mengangkatnya dengan malas

“Saya ijin keluar dulu”pamit Hisyam menunduk pamit. Lalu berjalan keluar ruangan. Rapat langsung di ambil alih oleh Adam.

“Assalalmu’alaikum”salam hisyam

“Wa’alaikumsalam”balas orang di sebrang dengan cepat

“Ufairah” kaget Hisyam sambil melihat layar hpnya yang tertulis nama istriku. Kemudian kembali menempelkannya di telinga

“Kenapa meneleponku, aku sedang ada rapat” ucap Hisyam heran

“Sarah sedang ada di rumah sakit!”balas ufa dengan suara panik

“Telepon keluarganya, bukan aku” sahut Hisyam bingung.

“Mas ini bagaimana!. Dia kan pernah jadi tunangan mas dulu”protes ufa kesal yang membuat Hisyam memutar dua bola matanya .

“Itu kan dulu ufairah…”balas Hisyam menghela napas berat.

“badannya penuh memar mas, kata dokter sepertinya Sarah terkena tindakan kekerasan” spontan Hisyam langsung terkejut

“Bagaimana mungkin!” sahut Hisyam tidak percaya “dia anak satu-satunya di keluarganya. Jadi tidak mungkin ada yang menyiksanya”tolak Hisyam yang menurutnya perkataan ufa terdengar tidak masuk akal.

“tutt tutt tutt. “

“Ufairah!!”panggil Hisyam yang tidak mendapat jawaban dari ufa,hanya suara telepon yang di matikan yang terdengar.


Mata ufa terbelalak kaget,melihat Sarah yang sudah merampas hpnya dengan kasar” jangan ikut campur urusan ana, ukhty!” ucap Sarah penuh penekanan.

“A-aku..aku tidak bermaksud___”

“sudah ana duga, ukhty pasti belum pulang!. Dan itu ternyata benar..bukanya ana sudah menyuruh ukhty pergi” kata Sarah menunjuk ke arah jalan keluar dengan sorotan tajam pada ufairah.

Wajah ufa berubah pucat pasi”tapi..badanmu memar Sarah” sahut ufa gelagapan takut Sarah semakin marah.

“Ini urusanku. Dan ukhty tidak perlu ikut campur!”tekan sarah kemudian berjalan pergi meninggalkan ufairah, walau ufa masih bisa melihat sesekali Sarah memegang tembok dinding untuk tidak terjatuh.

Dari arah belakang seorang wanita sedang duduk di kursi,dengan buku yang menghalangi wajahnya. terkadang tatapannya melirik ufairah sesekali. Tidak lama, senyum sinis terukir ketika Sarah sudah pergi.

Adam dan Hisyam baru pulang dari pesantren. mereka berniat akan langsung pulang ke rumah. Apalagi Hisyam terlihat tidak tenang sedari tadi, membuat Adam lebih mengajaknya untuk segera pulang .

“Sebenarnya ada apa dengan antum?” tanya Adam heran sambil menyetir mobil,karena Hisyam sedang tidak fokus jadi ialah yang ambil alih.

“Tadi ufairah meneleponku. mengatakan kalau di beberapa bagian tubuh Sarah terdapat banyak memar”ucap Hisyam sambil berpikir.

Ckiitttttt

Dugggg

kening Hisyam langsung terbentur ke depan, karena Adam yang mengerem mendadak.

“Ada apa dengan antum?!”tegur Hisyam kesal.

wajah Adam menoleh, tidak peduli dengan raut kesal Hisyam”apa kata antum tadi?!”tanya balik Adam serius.

Sebelah halis Hisyam menaik”memang kenapa?. Kenapa antum terlihat cemas”selidik Hisyam curiga

Hisyam berdecak,sudah memahami isi hati adam”ana sudah curiga dari awal, kalau antum memang menyukai Sarah dan bukan Zahra. Tapi antum tidak pernah mau mengakuinya. bagaimana bisa..antum bisa menyimpan perasaan selama itu”tutur Hisyam yang langsung menohok hati Adam

“Dengarkan aku Adam!. Ilmu agamamu lebih baik dariku, tapi..soal perasaan. Antum sudah sangat salah jalan”

Adam tertunduk,membenarkan dalam hati apa yang di ucapkan Hisyam” bila hati sudah bicara, obatnya hanya satu Adam. Yaitu menikah..kamu harus pilih “nikahi dia atau tinggalkan dia”. Tapi ana yakin..antum tidak akan bisa meninggalkannya, karena Sarah sudah ada di bagian diri antum. Jadi percuma kalau antum pergi, sampai ke ujung dunia pun. Pasti tidak akan bisa melupakannya!” Kata Hisyam membuat Adam langsung membenturkan kepalanya beberapa kali pada setir mobil,Adam sungguh menyesal dengan pemikirannya sendiri.

Adam langsung termenung memikirkan betapa berdosanya ia,karena telah menyimpan rasa yang seharusnya memang memiliki ikatan.

“Ana bukan orang yang baik untuknya Hisyam. Ana hanya seorang anak yang di temukan pak kyai di depan pesantren” jujur Adam yang bahkan tidak terasa air mata sudah lolos keluar dari matanya.


“Sarah!”panggil tegas seorang wanita menarik lengan Sarah kasar.

Sarah menoleh,langsung menepis cengkraman kuat wanita itu”tidak pantas seorang wanita meninggikan suaranya”nasihat Sarah terdengar dingin.

“mulai berani kamu menasehati ku!”geram wanita itu hendak menampar pipi Sarah, namun segera di tahan seseorang

“dan juga tidak pantas seorang wanita bertindak Kasar”sindir ufairah menggenggam erat tangan wanita tua itu.

Sarah tersentak ketika ufairah tiba-tiba datang” kenapa ukhty di sini!”

“apa kamu masih akan menanyakan hal itu, saat seseorang akan menyakitimu!”tanya balik ufa kesal ,kemudian melepaskan cengkeramannya pada wanita yang semenjak tadi mencoba melepaskan genggaman tangan ufa.

“Ayoo pulang. sekarang!” pinta wanita itu menarik tangan Sarah paksa,namun segera di lepas ufa

“Kamu tidak berhak memaksa seseorang. Dan juga kata-katamu sungguh sangat kasar!”kata ufa menarik tangan sarah. Sarah yang hanya menyimak langsung menepis tangan ufa

“Sudah kubilang jangan ikut campur!” peringat Sarrah sekali lagi.”kita pergi sekarang”pinta Sarah berat,kemudian berjalan pergi meninggalkan ufairah yang hanya terdiam.

“Sebenarnya ada apa dengan mu” gumam ufairah yang tidak mengerti dengan situasi yang terjadi pada Sarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *