CerBung : Teka Teki Cinta Part 12

Mobil hitam terparkir di halaman rumah. dengan wajah kusut Adam keluar dari mobil. Bahkan tidak memperdulikan Hisyam yang sedang menatapnya dengan iba.

Pikiran Adam sudah berputar-putar, bahkan sesekali Adam harus beristighfar karena pikirannya sudah tidak bisa terkendali. dan sekarang Adam benar-benar memerlukan obat, obat yang mampu membuat hatinya tenang dan itu hanya dzikir.

“Ada apa dengan Adam mas?”tanya ufairah yang juga baru pulang,lalu berpapasan dengan Adam dan Hisyam di ruang tamu.

“Hatinya sedang berperang dengan nafsu” sahut Hisyam pelan membuat ufa sedikit bingung

“kenapa baru pulang!. bahkan kamu belum ijin pada mas”selidik Hisyam penuh tanda tanya

Ufa mendengus” bukannya aku sudah bilang, kalau aku sedang ada di rumah sakit bersama Sarah”jawab ufa kesal.

Pletakk

Awww,ringis ufa karena Hisyam menyentil keningnya

“Kenapa menyentil ku!”protes ufa kesal. Tampa berdosa Hisyam tersenyum kemudian meninggalkan kan ufa yang sudah memerah padam karena geram.

Dengan wajah kesal ufairah kembali berjalan, namun lahkahnya terhenti ketika tatapannya menangkap sesuatu yang tidak asing ia lihat.

“Bukanya itu wanita yang menarik tangan Sarah” gumam ufa kemudian mendekat lalu bersembunyi di balik pintu. Tatapannya masih berpokus melihat ke taman belakang, saat dua orang wanita terlihat membicarakan hal serius.

“Apa yang mereka bicarakan?” Tanya ufa karena ufa hanya bisa melihat gerakannya, tampa bisa mendengar dengan jelas apa yang di ucapkan mereka. Ufa hanya mampu mendengar mereka menyebutkan nama Zahra dan Sarah.

“Apa ini ada hubungannya dengan Sarah dan Zahra. Sebenarnya apa yang terjadi antara ke dua orang itu. Aku harus menanyakannya pada mas!”

*****

Di dalam kamar Hisyam sedang berganti baju. Tampa Hisyam ketahui pintu terbuka dengan lebar memperlihat seorang wanita yang sedang membulatkan matanya.

“Aaaarrrrrrrrgggggggg”teriak ufa sepontan melihat Hisyam hanya menggunakan handuk. Setelah itu dengan cepat kembali menutup pintu

Blammmm

Hisyam yang mengetahui itu adalah ufa hanya bersikap tenang, tidak memperdulikan ufairah yang berekspresi berlebihan. Bagi hisyam mereka sudah suami istri jadi tidak perlu ada yang di cemaskan.

Setelah selesai memakai baju, Hisyam berjalan mendekati pintu lalu membukanya. Di sana sudah terlihat Ufa yang masih berdiri mematung, karena rasa terkejutnya belum hilang setelah melihat Hisyam .

“Mau masuk?”kata Hisyam,membuat ufa terlonjak kaget kebelakang.

Dahi Hisyam berkerut” kenapa ekspresi ukhty, seperti sedang melihat setan!” Ucap Hisyam sedikit tersinggung dengan ekspresi ufa.

 

“Kenapa tidak bilang sedang ganti baju” tuntut ufa dengan gelagapan

“Lagian..kenapa masuk kamar tidak ketuk pintu dulu. Siapa yang salah kalau begitu?”tanya Hisyam menaik turunkan halis membuat ufa mendengus kesal.

Masih kesal, ufa memilih ingin masuk ke dalam kamar. Namun dengan cepat di halangi Hisyam dengan merentangkan kedua tangannya di ambang pintu

“Minggir!” Ucap ufa menggeser tubuh Hisyam yang tidak kunjung menyingkir.

“Tidak mau!”

“Menyingkirkan mas….” Sered ufa mencoba menyingkirkan Hisyam,namun itu hanya sia-sia tenaga Hisyam lebih kuat darinya.

Merasa belum berhasil, wajah ufa menekuk namun satu ide melintas di otaknya. Dengan gerakan cepat ufa mengkelitiki pinggang Hisyam membuat pria itu langsung mundur karena kegelian.

“Rasakan!rasakan!.. salah siapa mau mengerjai ku” ucap ufa sambil tertawa melihat Hisyam yang benar-benar kegelian.

Tidak kuat menahan geli,dengan cepat Hisyam menggenggam tangan ufa untuk menghentikan kejahilannya. Nafas Hisyam naik turun, karena di buat kelelahan dengan tindakan ufa.

“Jangan menggelitik ku lagi..itu benar-benar membuatku geli” kata Hisyam semakin mengeratkan genggamannya pada kedua tangan ufa. Ufairah langsung terdiam ketika manik matanya menatap mata Hisyam yang terlihat indah, ia bagai melihat kehidupannya di mata Hisyam.

Menyadari ufairah yang terdiam, membuat Hisyam ikut terdiam. Tatapan mereka saling menyatu, seakan kini mata mereka lah yang berbicara.

Tok tok tok

Keduanya langsung sadar dari kebisuan. Dengan gugup ufa memundurkan langkahnya,begitu pun Hisyam.

“Mas buka pintu dulu!” Pamit Hisyam kemudian berbalik untuk membuka pintu.

“Ada yang ingin ana bicarakan!” Ucap Adam serius yang langsung di beri anggukan Hisyam.

****

Mereka berdua sudah berada di taman belakang rumah keluarga Hisyam. Tamanya cukup luas, dengan beberapa pohon mangga yang berjajar dengan rapihnya.

“Ada apa?”tanya Hisyam melirik Adam yang terlihat tertunduk ragu.

“Ana tidak bisa melamar Sarah”

Tentu Hisyam langsung terhenyak”kenapa?”

“Ana sudah memutuskan untuk melamar Zahra” lagi-lagi Hisyam di buat terkejut bahkan kini nama adiknya yang di sebut Adam.

“Antum merasa tidak enak pada ana?”tebak Hisyam yang langsung di beri gelengan kecil Adam.

“Terus apa alasannya”tanya lagi hisyam,membuat Adam menghela napas berat.

“Kenapa tidak menjawab?”tuntut Hisyam yang masih penasaran

“Adik antum mempunyai penyakit kanker ganas, kalau ana membatalkan pernikahan ana takut itu akan memperburuk keadaan” jujur Adam membuat Hisyam di buat syok

Kepala Hisyam menggeleng”tidak mungkin adik ana mempunyai penyakit seganas itu” tolak Hisyam berdesis

“Ini surat dari Zahra. ana menemukannya di lantai kamar ana. Kemungkinan dia mengirimnya lewat kolong pintu kamar” sodor Adam memberikan sepucuk surat,kemudian segera di buka hisyam

“Assalamu’alaikum akhi Adam”

Andai akhi tahu, kekagumanku pada akhi sudahlah sangat lama. Bahkan saat ana tahu akhi mencintai sahabat ana sarah. Walau akhi hanya diam, tapi ana tahu tatapan akhi pada Sarah sangat berbeda.

Akhi..hidup ana tidak akan lama lagi, sebentar lagi Allah akan memanggil ana. Ana memang tidak bisa menentukan kematian, begitupun dengan dokter sekaligus. Tapi akhi.. penyakit yang ana derita hanya sedikit yang bisa sembuh. Selama ini, kami menyebuyikan penyakit ini dari kak Hisyam, terutama Abi..beliau tidak ingin kak Hisyam khawatir saat kakak sedang mengajar di Mesir.

Tolong..akhi adam, terimalah perjodohan kakak. Setidaknya ana pernah merasa bahagia memiliki orang yang ana cintai. Dan setidaknya ana pernah bahagia mempunyai sesosok imam yang baik. Bila pun akhi tetap tidak mau menerimanya, ana akan ikhlas lapang dada. Mungkin suatu hari nanti kita bisa berjodoh di surga.

Wa’salamualaikum.
#Zahra

Mata Hisyam sudah berlinang air mata. Kaka mana yang tidak sedih membaca surat yang Zahra tulis. bahkan Hisyam merasa terluka karena ia belum bisa menjadi kakak yang baik. Di balik ketegaran Zahra, tersimpan kesakitan yang mendalam yang tidak bisa orang lihat. Bahkan Hisyam pun baru menyadarinya.

“Dia bohong…”lirih Hisyam tertunduk meremas surat itu hingga hanya terlihat seperti gulungan kusut.

Adam menepuk-nepuk pundak Hisyam berkali-kali. punggung Hisyam sudah bergetar karena mencoba menahan tangis” keluargamu sangat menyayangimu, hingga mereka menyembunyikannya” tenang Adam yang sama ikut merasakan kesedihan yang Hisyam alami.

Hisyam kembali ke kamarnya, wajahnya tidak seriang tadi. Tidak ada senyum yang terukir di wajahnya, hanya guratan kesedihan yang sangat mendalam.

Sebagai seorang istri, ufairah merasakan perubahan sikap Hisyam yang lebih pendiam. Ingin bertanya,namun ufairah terlalu takut. Pada akhirnya ia hanya diam menatap Hisyam yang sedang termenung di meja kerja.

“Apa ukhty sudah merasakan jadi kakak yang baik?” Tanya Hisyam dengan suara parau

Ufairah terdiam tidak menjawab pertanyaan Hisyam”sepertinya belum yah. aku pun merasa jadi kakak yang buruk!” Keluh Hisyam menepuk dadanya berkali-kali yang terasa sakit

Dengan perlahan ufairah mendekati Hisyam, entah keberanian datang dari mana dengan hangat ufairah memeluk punggung Hisyam. kemudian membenamkan kepalanya di punggung lebarnya ,

“Kamu kakak yang baik. Apa yang terjadi sebenarnya?” Tanya ufairah yang mulai membuka suara, ia tidak tega melihat Hisyam yang terlihat terpuruk.

Kepala Hisyam tertunduk, kemudian berbalik lalu memeluk ufairah dengan erat. Dan itu sukses membuat ufa terkejut. Namun saat isak tangis pilu terdengar, ufairah memilih menurunkan egonya, kemudian dengan lembut mengusap punggung Hisyam untuk menenangkan.

“Aku pernah ingat kisah nabi Muhammad Saw saat menerima Wahyu pertma ,pada saat itu nabi ketakutan dan di tenangkan oleh istrinya Khadijah. Dan ukhty melakukan hal yang sama .terimakasih…”ucap Hisyam semakin memeluk erat tubuh ufa seakan mencoba menjelaskan, kalau sekarang ia benar-benar sedang terpuruk.

*****

“Rencana pertama berhasil!” Ucap wanita tua itu mengibaskan rambut panjangnya ke belakang, kemudian berbalik melihat wanita bercadar yang hanya mampu menunduk.

“Kamu lihat Sarah!. Kamu tidak akan bisa menolong mereka, semua sudah masuk dalam rencana ku. Jadi.. berhentilah.. menganggu rencananya-atau kau akan menerima akibatnya” ucap wanita tua itu mencengkram kuat dagu Sarah, kemudian menepisnya kasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *