CerBung : Teka Teki Cinta Part 14

 

Adam sedang duduk dengan gelisah di luar ruang rawat inap. sesekali dia menoleh ke pintu masuk dengan resah.

Pintu ruang rawat terbuka, dengan cepat Adam berdiri untuk menghampiri dokter yang baru keluar

“Bagaimana kondisinya dok?”tanyanya penuh harap,kalau Sarah baik-baik saja.

“Saya cemas kalau dia terus begini. Wanita itu tidak akan bisa bertahan”

Adam tersentak”apa yang terjadi padanya?”tuntut Adam cemas

Dokter menggeleng prihatin” terdapat banyak luka pada tubuhnya. Bahkan saya melihat luka itu sudah membiru. Saya yakin dia habis di siksa” simpul dokter menghela napas berat

Dari arah belakang, Hisyam dan ufa datang dengan langkah terburu-buru,karena Adam yang menelepon dan menyuruh mereka cepat-cepat datang ke rumah sakit.

“Apa Sarah baik-baik saja?. Apa dia sudah sadar?. Apa lukanya sudah sembuh atau..lukanya semakin parah” cerocos ufa panik tampa berhenti membuat Hisyam dan Adam saling melirik heran

“Jadi yang kemarin kamu katakan itu benar?” Tanya Hisyam yang langsung di beri anggukan ufa

“Apa mas berpikir aku sedang bercanda!” Ufa mendesah kesal,agak tersinggung dengan usacapan hisyam

Hisyam menggeleng kecil”bukan begitu..tapi mas pikir tidak separah ini” balas Hisyam yang juga ikut cemas.

Hati adam mulai terasa berat, beban badannya pun seakan bertambah dua kali lipat pada tubuhnya, hingga membuat tubuhnya mundur kebelakang sampai terbentur tembok.

Kekecewaan, penyesalan sudah bercampur aduk. Setan setan pun mulai terasa membisiki telinganya untuk semakin membuat hatinya terpuruk. Kedua tangannya mengusap kasar rambutnya ke belakang, hingga suara istighfar beberapa kali terucap keluar dari mulut Adam. Dengan cepat Adam berlari, menjauhi Hisyam yang menatapnya iba dan ufa yang kebingungan.

“Apa dia punya hati!. Kenapa dia malah pergi” protes ufa mengacak pinggang geram sambil menatap Hisyam

“Kenapa jadi marah padaku!” Sahut Hisyam

Mata ufa menyipit tajam”dia sahabatmu!. Jadi seharusnya mas menegurnya, setidaknya dia menunggu Sarah bangun,dari pada berlari pergi..seperti pria tidak bertanggung jawab.” Gerutu ufa geram

Hisyam mengusap dada sabar” ufairah..kalau kamu ingin menemukan jawabannya. Di ujung sana,,kamu lihatlah?”tunjuk Hisyam menoel ufa untuk melihat arah telunjuknya.

Dengan malas ufa menoleh”Apa?”sahutnya ketus

“Kamu lihat di sana?”

Halis ufa menaut bingung”lihat apa?”. Aku hanya melihat kursi, dan jajaran ruangan rawat inap”

Kedua bola mata Hisyam berputar”bukan ruang rawat inap. Lihat di sana..ada belokan kanan dan kiri. Kamu lihat?”

Ufa memangut-mangut”bagus. sekarang..kamu ke sana terus belok ke kanan nanti kamu belok ke kiri setelah itu kamu berhenti” suruh Hisyam membuat ufa semakin kebingungan

Karena kesal dengan ucapan Hisyam yang berbelit-belit, ufa memilih meleos pergi ingin masuk ke kamar Sarah namun segera di cegah Hisyam”esttt!!. Jangan masuk dulu. kamu ikuti dulu perintah mas.. hatimu sedang tidak baik sekarang. Kalau begitu mas pergi dulu, karena tadi mas sempat meninggalkan santri-santri yang sedang latihan bela diri” pamit Hisyam kemudian memegang belakang kepala ufa,lalu mengecup keningnya

Bluss lagi-lagi pipi ufa memerah padam” mas pamit. Assalamu’alaikum”salam Hisyam berbalik lalu berjalan pergi meninggalkan ufa yang hanya mematung di tempat.

Kaki ufa sedang berjalan. Dia benar-benar mengikuti apa yang di perintahkan Hisyam walau dengan gerutuan tidak jelas. Langkahnya berhenti ketika tadi dia sudah belok kiri. Kepala ufa celingukan ke kanan dan kiri, mencari hal yang membuat Hisyam menyuruhnya ke sini

“Apa Hisyam mengerjai ku!” Tuduh ufa kesal

“Permisi mbak. Boleh saya tahu di mana letaknya mushola?” Tepuk orang di belakang membuat ufa menoleh

Ufa mengangguk lalu melihat palang-palang di atas,seketika matanya menangkap apa yang ia cari” ini mushola pak, tuh ada tulisannya. mus-ho-la” sahut ufa sambil mengeja namanya.

“Owh baiklah..terimakasih mbak” ucap bapak itu lalu berjalan pergi.

“Mushola” ucap ufa kembali mencoba mencocokan apa yang Hisyam suruh.

Seketika matanya membulat, dengan cepat ufa masuk ke dalam mesjid dan benar..di sana sudah duduk Adam di barisan paling belakang. kepalanya terlihat menunduk, terlihat sekali kalau dia sedang terpuruk.

“Bukannya Adam akan menikah dengan Zahra. Tapi kenapa dia terlihat terpuruk saat mengetahui kondisi Sarah” gumam ufa bertanya-tanya yang mulai tidak paham dengan kejadian antara tiga insan itu.

Ufa kembali ke ruang rawat inap sarah. Perlahan tangannya membuka pintu lalu melangkah kakinya untuk masuk ke dalam. Kening ufa berkerut ketika melihat ranjang Sarah kosong, dan hanya ada suster yang sedang merapikan ranjangnya kembali.

“Kemana pasiennya sus?” Tanya ufa menunjuk ranjang Sarah yang kosong.

“Owhh tadi ada yang sudah menjeputnya. Katanya dia bibinya”balas suster

Wajah ufa berubah panik, apalagi ia sempat melihat kejadian ufa yang hampir di tampar bibinya” apa mereka sudah lama pergi?”

“Baru saja_____”

Tanpa menunggu jawaban panjang, ufa langsung berlari keluar Ruangan rawat inap. Perasaannya benar-benar di buat cemas, sebenarnya ufa sudah mulai curiga dengan bibinya yang adalah penyebab Sarah terluka parah.

Mata ufa celingukan mencari orang yang ia cari. Tidak jauh dari pintu luar, ia melihat seorang ibu-ibu sedang membawa seorang wanita yang ia yakin itu adalah Sarah. Langkah ufa di percepat hingga ia berhasil menyusul keduanya

“Jangan bawa Sarah pergi!” Cegah ufa menarik tangan Sarah, membuat Sarah langsung menoleh dengan lemah. Sarah tidak mampu menepis tangan ufa, karena kondisinya yang sangat lemah. Bahkan berjalan pun terasa sangat berat untuk tubuhnya.

“Jangan bawa dia..ku mohon”pinta ufa benar-benar memohon,ia tidak tega melihat Sarah yang terluka parah

“Kau lagi!”pekik bibi itu menarik tangan Sarah hingga terlepas dari pegangan ufa ” jangan ikut campur urusan kami ufairah..!!.”bentak bibi agak kecil agar tidak terdengar orang

Ufa terkejut”kau tahu namaku!” Sahut ufa kaget

“Pergilah ufa…”pinta Sarah pelan bahkan hampir tidak terdengar

“Dia sedang terluka parah. Apa bibi akan sekejam itu membawa dia pergi..bibi keluarganya bukan?, Seharusnya bibi,menjaga Sarah dengan baik.”protes ufa yang sudah tidak bisa menahan kekesalan luar biasa di dalam hatinya.

Bibi berdecak”ckk. Karena aku keluarganya,jadi aku berhak memutuskannya” putus bibi kukuh ingin membawa Sarah pergi

“Mohon dengan secara hormat, jangan bawa dia pergi bi”pinta Adam dari arah belakang membuat semua orang menoleh, begitupun Sarah

“Adam!”pekik bibi tidak suka

“Biarkan Sarah di rawat terlebih dahulu. Sebagai keluarganya bibi memang punya hak untuk memutuskannya, tapi sebagai sesama saudara, saya hanya bisa mengingatkan kalau Sarah membutuhkan perawatan medis”balas Adam sopan sambil menunduk.

“Aku tidak peduli!. Sekarang kamu pergi Adam, kehadiranmu sangat tidak di harapkan di sini. Dasar anak pungut!” Cecar bibi membuat hati adam menohok sakit.

Senyum tipis terukir dari bibirnya” saya memang anak pungut. Jadi saya yang serba kekurangan ini meminta dengan penuh hormat. Agar bibi mau membiarkan Sarah di rawat”pinta lagi adam merendahkan diri hanya untuk menolong Sarah

“Sarah!. Kamu ikut bibi atau Adam” tanya bibi keras membuat Sarah sedikit limbung karena sudah tidak bisa berdiri.

“Bantu ana Adam…!” Pinta Sarah pelan membuat ufa langsung menarik Sarah dari bibinya.

“Sudah jelas bukan!. Siapa yang Sarah pilih, jadi bibi tidak bisa memaksa lagi” kata ufa tajam sekaligus senang

“Baiklah..mungkin Sarah sedang sakit sekarang. Keputusanmu Sarah, akan membawa dampak buruk bagi semua orang, lihat saja nanti..” ucap bibi menyeringai membuat ufa sedikit begidik ngeri, kemudian meleos pergi.

“Bawa dia kembali ke ruangan rawat inap ufa. Aku akan berjaga-jaga di luar”pinta Adam yang langsung di beri anggukan ufairah

“Kenapa Sarah tidak pernah menolak permintaan Adam” batin ufa berkecamuk karena melihat Adam dan Sarah yang menurut ufa saling mencintai.

Sekarang Sarah sudah terbaring di ranjang, selang infus sudah menancap kembali di lengannya. Matanya terus terpejam, tidak ada tanda-tanda Sarah akan kembali membuka matanya, seakan-akan Sarah tidak ingin ada lagi di dunia.

“Sebenarnya apa yang terjadi padamu?” Tanya ufa pelan sambil mendesah pasrah karena Sarah pasti tidak akan menjawabnya. Walau pun ia bertanya beberapa kali

“Ku pikir sekarang aku berada di surga” ucap Sarah pelan, terlihat setitik air mata lolos keluar dari mata kirinya

Wajah ufa mendongkak, terkejut dengan perkataan Sarah” inikah yang kamu ucapkan, ketika baru baru bangun tidur” keluh ufa kesal dengan perkataan Sarah.

“Aku ingin tidur lagi..” ucapnya pelan kembali tertidur membuat ufa jadi panik

“Jangan tidur!” Cegah ufa membuat mata Sarah kembali terbuka perlahan kemudian menoleh ke arah ufa

“Aku hanya tertidur..bukan ingin tertidur selamanya”sahut Sarah kembali memejamkan mata karena rasa lelahnya yang panjang.

Ufa nyengir”hanya khawatir” balas ufa terkekeh, walau Sarah tidak akan mendengarnya karena ia sudah terlelap.

******

Hisyam sudah pulang dari pon-pes. Melihat Adam yang sedang tertidur di kursi dengan tangan bersedekap dan tubuh yang di sandarkan di kursi, membuat langkah Hisyam dengan cepat ingin menghampirinya.

“Dia benar-benar menjaganya” puji Hisyam tersenyum tulus, melihat sahabatnya yang dari dulu memang pandai menyembunyikan perasaan.

Pletakkk dengan jahil Hisyam menjitak Adam yang sontak membuat adam membuka mata.

“Tidak adakah cara yang lebih halus untuk membangunkan orang?” Protes Adam mengusap kepalanya dengan kesal

Hisyam terkekeh kemudian ikut duduk di sisi Adam”bagaimana kondisinya?. Apa dia sudah baikan.”

“Dia sudah bangun dari tadi” jawab Adam cepat

Kepala Hisyam mengangguk” syukurlah..” mata Hisyam mengedar ketika ia tidak melihat istrinya”apa ufa ada di dalam bersama Sarah?” Tanya Hisyam

“Tadi dia pergi bersama seorang lelaki” sahut Adam sekenanya membuat hisyam langsung melotot

“Kau mengerjai ku yahh!!” Tunjuk Hisyam tidak suka dengan candaan Adam.

Adam tersenyum menahan tawa agar tidak meledak” ada yang jatuh cinta, ana bisa menciumnya” ledek Adam membuat Hisyam bertambah kesal

“Kau ini_____!”

“Mas sudah pulang”potong ufa yang baru keluar dari ruang rawat inap, karena mendengar suara Hisyam dari luar.

“Iya. Apa kamu sudah makan?” Tanya Hisyam cepat yang di beri gelengan kecil ufa

“Kalau begitu kita makan dulu”ajak Hisyam menarik tangan ufa

“Bagaimana dengan Adam?. Kenapa tidak di ajak” tanya ufa heran melihat Adam yang hanya tersenyum melihat keduanya

“Adam itu..walau tidak makan seminggu. Dia akan tetap sehat”kilahnya membuat kening ufa berkerut bingung

“Benarkah?”tanyanya tidak percaya

“Kenapa aku merasa kamu perhatian padanya” protes Hisyam kesal karena ufa terus menanyakan Adam.

“Aku memang perhatian padanya. Dia sudah menjaga Sarah dari tadi”balas ufa polos. Kini kepala hisyam sudah mengeluarkan tanduk.

“Tidak ada Adam!. Hanya kita berdua”tegas Hisyam kembali menarik tangan ufa.


Mereka memilih makan di pinggir jalan. Bakso sudah menjadi pilihan ufairah walau sebenarnya hinyam lebih menyukai nasi. Namun itulah ufa..bila menginginkannya maka harus di dapatkannya.

“Kamu suka bakso?”tanya Hisyam setelah selesai makan.

Ufa mengangguk semangat”rasanya sangat enak!”

“Kalau begitu setiap hari aku akan membawakan bakso. Di depan Pon-Pes banyak yang jualan bakso” sahut Hisyam “tapi..tidak!. kebanyakan makan bakso itu tidak baik untuk kesehatan” tolak Hisyam mencoba memikirkan dampak buruknya. wajah ufa berubah muram padahal tadi ia sudah semangat.

“Kenapa mengatakannya, bila tidak ingin membelikannya!”

“Aku kan hanya menceritakannya”bela Hisyam

“Itu sama saja menceritakannya” tegas ufa mengembungkan kedua pipinya kesal.

“Lihatlah pipimu itu seperti ikan yang ada di laut”ledek Hisyam tertawa

” mereka romantis yahh.. yang satu pakaianyan syar’i, satu lagi memakai jubah biru” puji ibu-ibu yang kebetulan ada di meja sebelah Hisyam.

Ibu satu lagi memangut-mangut”uhh kalau saja belum punya istri. Sudah saya jodohkan dengan anak saya”balas ibu satu lagi greget

Kuping ufairah langsung terasa panas “kamu dengar?. Bagaimana kalau aku menikah lagi. Kamu bisa punya teman ngobrol di rumah”gurau Hisyam yang langsung membuat ufa menginjak kaki Hisyam

“Awww”jerit Hisyam memegang kakinya yang berdenyut sakit

“Kenapa meninjak kakiku!” Keluh Hisyam

“Mas menikah lagi, ku tuang racun dalam setiap makanan mas”ancam ufa menyipit kan matanya tajam

“Kejam sekali” sahut Hisyam tertawa karena malah menganggapnya lucu.

Setelah selesai makan, ufa dan Hisyam kembali ke rumah sakit. Sedari tadi ufa hanya diam, bahkan Hisyam sudah beberapa kali membujuknya agar tidak marah karena ia hanya bercanda. namun.. itulah wanita, kalau masalah dimadu pasti tidak akan ada yang menganggapnya gurauan.

“Aku akan kembali ke ruang rawat inap!”putus ufa langsung nyolonong pergi tanpa melihat Hisyam

“Kenapa dengan istri antum?.”tanya Adam heran

“Dia marah karena aku bercanda untuk memiliki istri kedua” jujur Hisyam mendesah berat

Sepontan Adam langsung tertawa, ia sudah tidak bisa menahan tawa akan sikap konyol Hisyam”sudahlah..untung dia hanya marah. Setidaknya dia tidak menyiram antum dengan air panas” sahut Adam menenangkan Hisyam namun malah terdengar gurauan.

Di dalam ruangan sarah, Ufairah duduk di sisi ranjang. Kini Sarah sudah terbangun dari tidurnya, bahkan sekarang ia sudah bisa menyandar di sisi ranjang. Walau terkadang harus kembali berbaring, karena rasa sakit tubuhnya membuat ia tidak bisa banyak bergerak.

“Tinggallah denganku di rumah paman dan bibiku. Mereka orang baik, aku juga punya adik namanya Zainal..” pinta ufa

“Tidak perlu..ana bisa mencari kontrakan” tolak Sarah halus, setidaknya Sarah tidak terlalu terlihat dingin lagi.

“Bibi akan membawamu pergi lagi. Kalau di rumahku, bibi dan paman bisa menjaga dan mengawasi mu”

“Benar kata ufa..ana setuju dengan pendapatnya”sahut Adam yang baru masuk ke ruangan bersama Hisyam.

Sarah mendongkak melihat Adam yang menghampirinya” tidakah ukhty merasa lelah?” Tanya Adam namun menyiratkan pilu di setiap pertanyaannya.

“Aku tidak ingin merepotkan orang lain..”sahut Sarah jujur

“Kenapa dia selalu menolak perkataanku tapi selalu menurut perkataan Adam” bisik ufa pada Hisyam

“Diamlah!. Mereka sedang bicara” Tegur Hisyam ikut berbisik membuat ufa mendelik kesal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *