CerBung : Teka Teki Cinta Part 15

Dua hari sudah berlalu. Dengan langkah semangat ufa memasuki rumah sakit, karena sekarang waktunya Sarah pulang. Dan semua orang sudah memutuskan, kalau Sarah akan tinggal bersama paman dan bibinya.

“Semangat sekali” kata Hisyam melihat istrinya yang tidak berhenti tersenyum.

“Tentu saja. Sarah akan pulang ke rumah paman dan bibi, jadi tiap hari aku bisa menjenguknya atau tinggal di sana” balas ufa tidak sabar untuk segera pulang ke rumah

Kening Hisyam mengkerut,terlihat kurang suka dengan kata ufa” jadi kamu berniat pindah ke rumah paman dan bibi?” Tanya Hisyam yang langsung di beri anggukan semangat ufa.

“Tentu saja!” Serunya semangat

“Tidak boleh!”tolak Hisyam mendahului langkah ufa.

“Kenapa?” Tanyanya protes dengan keputusan Hisyam.

“Ya..tidak boleh!”tolaknya lagi tegas.

Dalam hati Hisyam membatin”bagaimana bisa aku membiarkan dia jauh” batinnya kemudian menggeleng kecil

“Kenapa menggeleng-geleng kepala?” Tanya ufa heran walau wajahnya masih terlihat kesal karena keputusan Hisyam.

“Ti-tidak” balasnya mengelak walau masih terlihat mencurigakan

“Terlihat mencurigakan” selidik ufa membuat Hisyam mendesah kesal.

******

Wajah Sarah masih terlihat pucat. di pojok sudah ada Adam yang lebih dulu datang. Ia sedang duduk di kursi sambil membaca koran. Fokusnya tidak terlalu memperhatikan Sarah,hingga ia tidak sadar kalau sarah sedang ingin mengambil gelas

Pranggg

Suara pecahan gelas terdengar-tentu mengagetkan Adam yang sedang fokus membaca . Dengan cepat Adam berdiri, kemudian menghampiri Sarah yang terlihat masih lemah.

“Sebaiknya ukhty tidak pulang dulu” saran Adam sambil mengumpulkan pecahan gelas di lantai

“Kenapa akhi membuat ana bertambah dosa?” Tanya balik Sarah dingin, memalingkan wajahnya ke arah jendela.

Hatinya sudah tidak sanggup lagi menahan cinta yang mendalam pada Adam. sedangkan pria yang di cintainya, selalu membuat hatinya semakin tersiksa karena tidak pernah membuat keputusan pasti.

 

Adam terdiam tidak menjawab ucapan Sarah” sebaiknya ana keluar” pamit adam memilih menghindari pertanyaan

“Apa begini sikap akhi sebenarnya?” Kata Sarah kecewa menghentikan langkah Adam” kenapa akhi tidak pernah memutuskan secara pasti. Bukankah akhi bilang kalau akhi menolak menikah dengan ana. Tapi..kenapa akhi, selalu ada buat ana?” Ucap Sarah yang mulai melepaskan air matanya “ana lelah menunggu akhi..” lirih Sarah mulai terisak dan itu membuat Adam terpojok karena memang dia yang salah.

“Ana tidak bisa meninggalkannya ukhty..” jujur Adam menghela napas berat

“Apa karena surat?” Tebak Sarah membuat Adam langsung berbalik

“Dimana ukhty tau?” Tanya Adam balik

“Surat itu di tulis ibu tiri Hisyam akhi!. Itu hanya omong belaka untuk membuat pernikahan Hisyam dan ufa ruksak.”

Adam tersentak, kemudian menggeleng tidak percaya”tidak mungkin!. Ibunya sangat menyayangi Hisyam dan zahra” tolak Adam tidak mempercayai Sarah”lagian apa hubungannya,Hisyam dan kita ukhty..”

“Itu karena ana akhy”lirih Sarah menunjuk dirinya seakan mengatakan ia pun terlibat dalam rencana.

*******

Perlahan pintu ruang rawat inap terbuka, dengan pelan Hisyam mendorongnya. Hawa tidak enak sudah di rasakan Hisyam, apalagi melihat Sarah dan Adam yang terlihat sangat menjauh

“Ada apa ini?. Kenapa kalian seperti sedang bermusuhan” tanya Hisyam heran yang melihat Sarah,lebih memilih memalingkan wajah ke arah lain.

“Tidak ada.”balas Adam bohong, membuat Sarah berdecak kesal.

Ufairah yang juga penasaran,mengintip dari balik punggung Hisyam” apa ada masalah?” Tanya ufa ikut nimbrung

“Mas minggirlah dari pintu”pinta ufa mendorong tubuh Hisyam, karena ufa tidak bisa masuk ke dalam ruangan

“Sepertinya ukhty Sarah masih sakit, sebaiknya pulang kita undur saja” saran Adam karena melihat Sarah masih lemas

“Ana mau pulang!. Akhi Adam tidak berhak mengatur ana, karena akhi bukan siapa-siapa!” Balas Sarah terdengar tajam di pendengaran semua orang

“Apa mereka sedang bertengkar?” Bisik ufa heran

Hisyam yang merasakan hal yang sama, menggeleng tidak tahu” entahlah. Tapi..ini suasana yang tidak baik”balas Hisyam ikut berbisik

“Bisakah kalian tenang. Aku tidak akan bertanya masalah kalian..tapi, saling marahan adalah sikap yang tidak baik”jelas Hisyam menengahi antara keduanya, walau sebenarnya Adam hanya memilih diam

“Antum salah paham. Kami tidak saling marah, “jujur Adam,namun berbeda dengan posisi Sarah yang memang benar-benar tengah marah.

“Apa kita bisa berangkat, kalau Sarah masih sakit..lebih baik kamu beristirahat dulu beberapa hari di sini”saran ufa sambil berjalan mendekati Sarah

“Ana mau pulang saja!”tolak Sarah kukuh dengan pendiriannya.

Setelah keputusan yang di ambil dan Sarah memilih pulang. Mereka langsung pulang,Hisyam dan Adam berada di depan dan ufa serta Sarah berada di belakang.

“Apa kamu benar-benar sudah baikan?” Yakin ufa karena Sarah masih terlihat lemah

Sarah mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari luar jendela”baiklah. Kamu tahu paman dan bibiku sangat baik. Tolong jaga adikku di sana..” pinta ufa lembut yang membuat Sarah menoleh

“Apa mereka benar-benar baik?” Tanya Sarah yang langsung di beri anggukan pasti ufa.

“Tentu saja!. Mereka pasti menyukaimu..percaya padaku”
Sarah mengangguk kecil senyum tipis terukir di bibirnya.

Tidak kunjung waktu lama, mereka sudah sampai di rumah sederhana. Ufa segera membantu Sarah untuk berjalan ke rumahnya,di iringi Hisyam dan Adam di belakang.

“Biar aku yang ketuk pintunya”aju Hisyam. Baru saja pintu akan di ketuk pintu sudah terbuka lebar

“Aaaaaaaa….kalian datang, tampa memberi tahu kami!. Apa ini kejutan”histeris bibi bahagia melihat menantu dan anaknya datang mengunjungi.

Hisyam terkekeh,walau sebenarnya dia agak terkejut” kejutan!!” Sahut ufa dari belakang dengan bahagia

“Wahh semenjak pernikahan kalian, kalian tidak pernah datang ke rumah” keluh bibi langsung memeluk ufa dengan erat “eh..tunggu!. Apa ini teman kalian?” Tanya bibi melihat Sarah yang memang baru ia lihat.

Ufa mengangguk”dia akan tinggal bersama bibi. Bolehkan..” rayu ufa mengerjapkan matanya beberapa kali

“Sepertinya,alangkah lebih baik kita bicarakan di dalam rumah” saran Hisyam sopan

“Owh tentu saja. Ayoo masuk” ajak bibi semangat kemudian masuk ke dalam rumah.

******

“Jadi begitu ceritanya..”sahut bibi memangut-mangut mendengar penjelasan Hisyam.

“Jadi di mana orang tuamu?” Tanya bibi lembut

Sarah tersentak kemudian menunduk dalam”mereka..sudah meninggal”balasnya pelan bahkan terlihat jelas guratan kesedihan di mata Sarah.

Bibi tertegun. Kemudian berdiri lalu duduk dekat Sarah. Ia memeluk sarah hangat” anakku sayang..jangan bersedih. Ufairah pun tidak punya orang tua, tapi dia punya kami. Anggaplah kami orang tuamu”tenang bibi membuat Sarah terdiam. sudah lama rasanya saat Sarah merasakan pelukan hangat dari seorang ibu, dan ia merindukannya.

“Jadi bibi mengijinkan” riang ufa dengan penuh harapan.

“Tentu saja bibi mengijinkan. Setelah ufa menikah, mereka tidak pernah mengunjungi rumah.. bibi sangat kesepian..”curhat bibi dengan sedih. Hisyam yang sedari diam,langsung tercekat karena merasa tersindir.

“Bukanya kami tidak ingin mengunjungi..”sahut Hisyam menggaruk belakang kepalanya tidak enak.

“Kalian tega pada bibi. Bibi jadi sedih..” balasnya dengan wajah di buat sedih tentu Hisyam bertambah tidak enak hati.

“Bibi…”keluh ufa dengan wajah memelas

Bibi terkekeh” baiklah baiklah. Bibi hanya bercanda..” guraunya membuat Hisyam bernafas lega.

*****

Seorang wanita sedang berdiri di depan jendela kantor. Badannya membelakangi bibi yang sedang duduk di kursi.

“Jadi..kamu gagal.”ucapnya dingin. Bibi mengangguk, walau sebenarnya ia sudah ketakutan.

“Apa kamu bisa mengembalikan uang yang ku beri?” Tanyanya kemudian berbalik melangkah mendekati tempat bibi.

“Kau pikir uang itu sedikit. Bukankah dulu Sarah sudah menyetujui tentang rencana kita, dan sekarang..dia bersama incaran kita. Dimana otakmu berada?!” Tegasnya membanting pot dengan marah membuat bibi terkejut.

“Kalau Sarah sampai di sana. Dia akan membocorkan semua rencana kita, aku beri kau satu kesempatan.. bila kesempatan ini gagal ku laporkan kau atas tindakan kekerasan”ancam wanita itu keras.

“Sudahlah..jangan marah. Semua pasti akan berjalan sesuai rencana..” tenang pria itu mengusap pundak wanita itu agar bisa lebih tenang.

“Dimana Sarah berada?!” Tanyanya dengan nafas yang tidak teratur.

“Saat aku mengikuti mereka, mereka sedang berada di rumah ufairah” jawab pria itu sambil duduk di kursi

Wanita itu berdecak”sepertinya aku harus turun tangan sendiri”

“Jadilah mertua yang baik bagi ufairah. Nyonya lasmi” ledek pemuda itu terkekeh sinis

Lasmi tersenyum simpul” seorang penjahat tidak akan berada di depan. Mereka punya dua topeng untuk menyembunyikan nya. Benar begitu Kania” ujar Lasmi yang di beri anggukan cepat Kania.

“Wanita ini lebih berbahaya dari pada singa yang mengamuk”batin Kania ngeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *