CerBung : Teka Teki Cinta Part 16

Hari sudah menjelang malam, semua orang memilih menginap di rumah bibi. Apalagi bibi yang memaksa,karena beralasan hari sudah malam dan kasihan Sarah kalau harus di tinggal sendiri.

Hisyam membuka pintu, lalu masuk ke dalam kamar yang memang dulu adalah kamar ufa. Tatapannya mengedar ke sekeliling. Dan ia mendapatkan satu kesimpulan tentang istrinya, dia paling malas membersihkan kamar.

“Apa mas berada di reruntuhan kapal?” Sindir Hisyam menahan tawa, karena melihat kamar ufa yang benar-benar berantakan

“Kalau mas tidak suka. Jangan tidur di sini!” Gerutu ufa kesal sambil membereskan kamarnya,apalagi sebenarnya ufa sangat malu karena ketahuan kalau ia memang paling malas bersihin kamar.

“Kenapa?. Ranjangnya cukup besar untuk tidur berdua. Benarkan?”goda Hisyam sambil membaringkan tubuhnya di ranjang.

Mata ufa berputar malas”terserah!”ketusnya tidak peduli.

“Ngomong-ngomong kamu punya peliharaan kucing yah?” Tanya Hisyam sambil memiringkan badan melihat ufa yang tengah merapikan kamarnya dengan kesal.

“Iya.” Sahutnya cuek

“Kenapa memeliharanya?. Kucing itu menggelikan”gidik Hisyam karena memang ia paling tidak suka kucing dari kecil.

Halis ufa terangkat”apa mas ini punya kelainan?. Yang lucu di sebut menggelikan, lah yang jorok seperti kecoa di bilang manis” geleng-geleng ufa tidak percaya dengan jalan pemikiran Hisyam.

“Kecoa itu memang manis” bela Hisyam terkekeh.

Jam sudah menunjukan pukul 21.30 wib. tubuh Hisyam sudah terbaring nyaman di ranjang. Bahkan ia tidak peduli dengan ufa yang juga sama ingin tidur.

“Mas geser.. aku mau tidur” suruh ufa menyurung-nyurung tubuh Hisyam kesal.

“Ini masih kosong. Memang badanmu sebesar apa?” Ledek Hisyam yang kembali merentangkan tangan dan kakinya.

Merasa sudah kesal di ambang batas, dengan gemas ufa mengambil bantal lalu memukulkannya ke badan Hisyam beberapa kali, membuat pria itu langsung menghindar

Brukkk

“Astagfirullah..!! “erang Hisyam memegang punggungnya akibat terjatuh ke lantai

“Suka sekali ukhty memukul ana. Kalau tidak pakai guling!. Ya..pakai bantal!”protes Hisyam kembali berdiri lalu duduk di sisi ranjang.

Tidak merasa berdosa ufa memilih berbaring di ranjang kemudian membelakangi Hisyam” Ufa…” Panggil Hisyam

“Hmmmz”

“Ufaaaa..” panggil lagi Hisyam menggoyang-goyangkan tubuh ufairah gemas

Merasa terganggu ufa berubah posisi menjadi duduk”Ada apa?” Tanya nya malas

“Apa ada makanan?. Mas benar-benar kelaparan”keluh Hisyam memegang perutnya yang berbunyi

“Bukannya tadi mas sudah makan” sahut ufa melirik Hisyam jengkel

“Ayolah..sebagai istri yang baik. Kamu akan dapat pahala besar, bila menyiapkan suami makanan” jelas Hisyam menaik turunkan halis

Ufa mendesah”pandai sekali mas menjawab” sahutnya kesal, sambil berdiri untuk ke dapur tentu Hisyam ikut mengekor di belakang.

“Kamu akan masak apa?” Tanya Hisyam penasaran sambil duduk manis di meja makan.

“Telur dadar”

“Bagaimana kalau omlet?”aju Hisyam semangat yang langsung di tolak ufa

“Sederhana..yang penting enak.” sahut ufa cepat yang langsung di beri anggukan hisyam.

Setelah selesai memasak ufa langsung menyodorkannya pada Hisyam . Dengan semangat Hisyam menyantap makanannya. Bagi ufa Hisyam seperti tidak makan berhari-hari.

Setelah makan, Hisyam kembali melihat ufa”Ufairah…kalau punya anak kamu mau berapa?” Tanya Hisyam polos membuat ufa yang tengah minum langsung tersedak.

“Uhuk. A-anak!” Serunya kaget yang langsung di beri anggukan Hisyam.

Pipi ufa langsung bersemu merah” kenapa mas membahas soal anak?”tanya ufa kaget, bahkan hatinya sudah berdetak tidak karuan.

“Suatu hari nanti kita pasti punya anak. Tidak mungkin kita hidup berdua saja. Benarkan?” Tanya Hisyam

“Apa itu tidak terlalu cepat. Bahkan kita belum dekat..” sahut ufa ragu”lagian rasanya aneh membahas rumah tangga di dapur” lanjut ufa membuat Hisyam terkekeh menyutujui ucapan ufa.

Sarah melangkah kakinya keluar rumah, sesekali ia melirik sekitar takut ada yang membuntutinya. Merasa aman, Sarah kembali melanjutkan langkahnya untuk keluar rumah.

Tidak di sangka Adam melihatnya. dengan penuh penasaran Adam membuntuti Sarah ke luar rumah. Di benaknya sudah di penuhi beberapa pertanyaan.

Langkah Sarah terhenti ketika ia berada di tempat cukup jauh dari rumah. Sejenak ia menghela napas berat, hingga mobil hitam berhenti di depannya.

“Aku harus kuat!”ucapnya menyemangati dirinya

“Assalamualaikum Sarah..sudah lama tidak bertemu!”ucap Lasmi tersenyum smirk

“Wa’alaikumsalam. Ada apa lagi?, Mungkin bibi sudah dengar dari bibi karina. Kalau aku tidak mau membantu bibi lagi!” Tegas Sarah sambil memegang perutnya yang masih terasa sakit

“Kau pikir bisa semudah itu lepas dari tanggung jawabmu”

“Aku tidak ingin berada dalam kesalahan, hanya untuk menuruti perintah wanita yang keji!” Sindir Sarah tampa takut

“Keberaniannmu cukup sama seperti dulu. Tapi sayangnya..situasinya sudah berbeda”geleng lasmi menyayangkan kemunduran Sarah. Padahal Sarah paling di andalkan dalam rencananya.

“Kamu tahu resikonya bukan, bila mengundurkan diri!” Peringatan Lasmi tenang”dan..aku akan sangat menyayangkan dirimu, bila pergi begitu saja” sesal Lasmi tidak tega.

“Aku lebih takut di lempar ke neraka, dari pada di siksa di dunia” sahut sarah cepat membuat Lasmi tertawa bangga.

Lasmi menepuk tangan pelan” jawaban bagus. Sepertinya kamu akan di siksa di dunia dan neraka, akibat kesalahan yang sudah kamu lakukan” sahut Lasmi menggeleng-gelengkan kepala prihatin.

“Bibi tidak bisa menyimpulkan masuk neraka atau surganya seseorang. karena sesungguhnya Allah yang lebih tahu. Kita hanya perlu menjalankan perintahnya, kita tidak berhak melanggar aturan Allah. Apalagi dengan nikmat yang di berikan. Apa bibi tidak malu?!”

“Malu!. Kau mengajari wanita yang lebih tua darimu anak muda..!!” sahut bibi dingin

“Sebaiknya bibi pergi. Aku akan diam selagi bibi tidak mengganggu ufairah dan Hisyam”

“Kau mengancam ku?”

“Sepertinya bibi cukup tahu apa yang saya maksudkan”jawab Sarah lantang

Dengan menahan kesal Lasmi kembali masuk mobil, kemudian meninggalkan Sarah sendiri. Ketegasannya tidak ada lagi di wajah Sarah. hanya rasa takut dan bersalah yang menyelimuti hatinya.

“Jadi benar..”kata Adam yang muncul dari arah belakang

“Ternyata benar..akhi mengikuti ana!” balas Sarah tampa berbalik. Sarah tidak terlalu terkejut dengan kedatangan Adam, karena ia sudah bisa merasakan kehadirannya.

“Sudah sejak kapan, Bibi membohongi paman?”tanya adam menahan geram

Sarah menghela napas”cukup lama..sampai kalian tidak menyadari atas semua perbuatannya”

“Apa alasannya?!” Tanyanya “ceritakan semuanya” sambungnya lagi dengan nada penuh tuntutan

Sarah tertunduk menceritakan semua rahasia yang seharusnya ia simpan” saat Hisyam akan melamar ufa, akhi ingat kalau paman tidak setuju?”

Adam mengangguk ia ingat ketika paman mengatakan kalau ufa tidak pantas untuk Hisyam” itu karena bibi yang menghasut paman. Agar Hisyam bisa menikah dengan ana,dan bukan ufairah” sontak Adam terkejut

“Itu baru satu, akan ada banyak lagi yang dilakukan bibi untuk mendapatkan harta paman” kata Sarah dingin, mengingat bagaimana ia dulu berperan dalam setiap kegiatan dosa yang dilakukan ibu tiri Hisyam.

“Apa semua karena harta?!” Geram Adam menggepalkan ke dua tangan

“Bukan..ada hal lain lagi. Tapi ana tidak tahu,karena bibi tidak mau menceritakannya.”

“Apa ada solusi untuk mengatasi semuanya?” Tanya Adam yang sudah frustasi dengan teka-teki dalam hidupnya.

“Hisyam harus mengambil alih seluruh harta keluarga dermawan.”

“Itu tidak mungkin!. Hisyam tidak akan mau melakukannya” tolak adam.

“Ana tidak punya saran lain selain itu” sahut Sarah ” sebaiknya ana pergi, ini sudah malam. Assalamualaikum”pamit Sarah berjalan pergi meninggalkan Adam yang mematung di tempat.

Pagi hari sudah menjelang. Ufairah sedang duduk di atas ranjang, tatapannya melihat buku-buku yang selalu jadi koleksinya. Terkadang ufa tersenyum sendiri, ketika ufa menemukan selembar foto yang sudah lama terselip di antara buku-buku.

“Kenapa di ranjang jadi di penuhi buku-buku!” heran Hisyam yang baru keluar kamar mandi.

“Ini buku lamaku dan aku baru membongkarnya kembali” seru ufa semangat sambil membuka lembar perlembar, biasanya ufa akan menyelipkan surat atau foto di setiap buku.

Hisyam yang juga ikut penasaran,ikut melihat buku. Kemudian mengambil satu buku yang langsung menarik perhatiannya “Harapan Yang Tersembunyi”.

“Apa ini kisah cinta?”tanya Hisyam menunjukannya pada ufa.

Ufa menoleh kemudian mengangguk” itu kisah cinta tentang seorang wanita yang mencintai dalam diam” sahut ufa sambil membuka surat-surat yang terselip kemudian membacanya.

“Apa mereka bersama?” Tanya Hisyam mulai penasaran

“Tidak!”sahut ufa cepat

Kening Hisyam berkerut” kenapa?!”

“Karena dia merelakan orang yang di cintainya untuk sahabat yang lebih berarti untuknya”

Hisyam memangut-mangut karena menurutnya kisahnya terlalu menyedihkan. Kemudian Hisyam kembali mengambil buku, yang cover nya terlihat seorang pengantin wanita yang menjatuhkan sebuket bunga ke tanah

“Air mata yang tersisa”baca Hisyam pelan”kalau ini tentang apa?” Tanya lagi Hisyam penasaran

“Itu menceritakan seorang gadis yang selalu mengharapkan pernikahan yang indah”jawab ufa lagi

“Apa akhirannya bahagia?”

“Tidak!”

“Kenapa?!”

“Karena wanita itu sudah meninggal sebelum suaminya mengakui kalau wanita itu sangat berarti baginya”

Hisyam mendengus kesal” kenapa semua ceritanya menyedihkan?” Keluh Hisyam tidak suka

“Karena tidak semua kisah berakhiran bahagia. Seperti kehidupan,tidak semua orang akan mendapatkan akhir yang bahagia, ada yang di tinggalkan suaminya, ada yang bermasalah dengan mertuanya , ada juga yang bermasalah dengan saudaranya, dan lain-lain. Hidup itu seperti teka-teki, saat kita berusaha untuk menyelesaikannya maka kita akan mendapat jawaban. Tapi saat kita hanya diam dan mengeluh, kita hanya akan mendapatkan kebingungan yang bertambah” jelas ufa yang membuat Hisyam menatapnya kagum

“Bagaimana tentang teka-teki kita. Kapan kita akan menemukan jawabannya?” Tanya Hisyam membuat ufa menoleh

“Mas mulai lagi..”jengkel ufa memalingkan wajah kesal

Hisyam memegang pundak ufa, matanya menatap lurus ke arah manik-manik mata ufa yang terlihat indah”kita masih berada dalam teka-teki. Bila kita tidak cepat menyelesaikan nya, maka kita tidak akan mendapat jawaban. Benarkan?” Tanya Hisyam mengulang perkataan ufa

“Jadilah istriku yang sebenarnya. Aku tidak ingin membuat kamu merasa, kalau aku tidak serius dengan hubungan kita”pinta Hisyam tersenyum tulus”maukah kamu melaksanakan tanggung jawabmu sebagai istri?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *