CerBung : Teka Teki Cinta Part 18

Dengan fokus Adam menyetir mobil. Sesekali ia melihat kaca mobil, mengawasi bila saja ada yang mengikuti. Sebenarnya, adam tidak memberi tahu Hisyam kalau sekarang mereka sedang bertaruh nyawa. Alasannya, karena adam tidak ingin membuat sahabat dan istri hisyam panik.

“Jalanannya sangat sepi. Terlihat,tidak biasanya.” ujar Hisyam melihat keluar jendela mobil.

“Mungkin mereka lelah”gurau Adam tertawa kecil.

Hisyam berdecak” antum di bawa serius, malah bercanda” kesal Hisyam membuat Adam terkekeh.

“Lagian..mana tahu ana jalanan jadi sepi. Memang ana polisi lalu lintas, yang sering melihat kendaraan yang melintas”sahut adam

Titttt titttt

suara kelakson mobil terdengar beberapa kali, mengalihkan perhatian Adam yang langsung melihat keluar kaca mobil. Disana terlihat sebuah mobil yang ingin mendahului Adam, walau jalanan saat ini cukup luas untuk dua mobil.

Dahi Hisyam mengkerut”ada apa dengan mobil itu!. Jalanan masih luas,kenapa terus menyembunyikan klakson “gerutu Hisyam melihat ke belakang, karena mobil putih terlihat ingin menyelip mobil Adam.

Brukkkk

Mobil putih itu dengan segaja menubruk belakang mobil Hisyam, membuat semua yang ada di mobil terbentur ke depan. Terutama ufa yang langsung terbangun, karena goncangan yang terjadi.
“Ada apa dengannya!” Kesal Hisyam kembali menoleh ke belakang

Brukkk

Brukkk

Lagi-lagi mobil itu menubruk bagian belakang mobil. Merasa itu serine bahaya,tampa berpikir panjang Adam perlahan menancap gas

“Pegangan yang kuat!” Suruh Adam tegas kemudian menancap gas,membuat mobil melaju dengan cepat.

Tidak mau kalah, mobil putih ikut mempercepat lajunya. Hingga terjadi kejar-kejaran, Hisyam yang panik sudah berpegangan erat, bahkan wajah ufa sama paniknya hingga ia terus melafalkan doa untuk keselamatan mereka.

*****

“Ya Allah bantulah mereka”doa Sarah saat ia habis menunaikan sholat dhuha,perlahan air mata jatuh di pipinya. Perasaannya sudah mulai tidak karuan, bahkan Sarah berharap rasa cemas pada hatinya segera menghilang.

“Ya Allah bantulah mereka… Selama dua tahun lamanya aku sudah berdosa pada keluarga Hisyam ,rasanya minta maaf pun tidak akan cukup.”sesal Sarah menutup wajahnya dengan kedua tangan. Hingga tangis penyesalan terdengar dari bibirnya

“Siapa dia?!” Tanya Hisyam sambil melihat ke belakang, karena mobil itu masih mengikutinya

“Jangan banyak bertanya!. Berdoalah semoga Allah masih menyelamatkan kita hari ini” suruh Adam sambil sesekali melihat ke belakang.

Merasa ada peluang, mobil putih itu segera menyusul, hingga langsung sejajar dengan mobil adam. merasa situasinya mulai berbahaya, Adam semakin memepercepat laju mobilnya. bersyukurlah walau Adam tidak punya mobil ia masih bisa menjalankan mobil dengan baik.

“Siapa mereka mas!” Panik ufa,bahkan tangannya sudah bergetar karena takut.

Seorang pemuda terlihat menyeringai, saat ia sudah menyusul mobil Adam. Tangannya sudah memutar setir mobil ke kanan, hingga menubruk pinggir mobil Adam beberapa kali. Namun ternyata Adam masih mampu menyeimbangkannya

“Bereksek!. Bukanya dia tidak punya mobil, kenapa cara mengemudinya lebih lihai dari pembalap!” geram pemuda itu kembali menancap gas untuk menyusul mobil Adam yang kembali berada di depan.

“Adam!. apa antum mengenalnya!” Tanya Hisyam melirik Adam yang masih fokus mengemudi

“Jangan bertanya Hisyam!. Aku sedang fokus menyetir. Pegangan yang eraattttttt!!!” Teriak Adam langsung menginjak rem

Bledakkkkkk brakkkkk
suara hantaman benda langsung terdengar keras. Mobil sudah terguling ke kanan hingga membuat mobil itu teguling-guling.

Suasana langsung hening. tidak ada suara, selain helaan nafas yang memburu.

“Apa kita selamat?!” Kata ufa pelan, bahkan ia tidak mampu berkedip melihat mobil putih itu sudah terbalik.

“Aku akan keluar untuk melihatnya!” Kata Hisyam geram ingin membuka pintu mobil namun segera di cegah Adam.

“Kita pergi!” Larang Adam melirik hisyam. Keringat sudah bercucuran di dahi Adam, bahkan nafasnya masih belum teratur normal.

“Dia hampir membunuh kita!” Bentak Hisyam menunjuk mobil di depannya” antum pikir. Ana akan diam saja!” Sambung Hisyam memilih keluar mobil, untuk mendekati mobil putih yang terlihat hancur.

Adam mendesah kesal,ikut keluar dari mobil mengikuti Hisyam dari arah belakang. Ujung matanya sedikit melirik hal mencurigakan di balik pohon. dengan cepat Adam berlari..

“Menunduk!!” Teriak Adam menundukan kepala Hisyam,

Dorrrt dorrrr

peluru itu melesat cepat melewati kepala Hisyam dan Adam.

Ufa yang melihatnya terkejut”mass!!!”teriak ufa yang sudah menangis histeris, melihat suaminya sedang dalam ke adaan bahaya.

“Kita pergi!. Ku hitung sampai tiga kita langsung berlari” bisik Adam sambil mengawasi sekelilingnya

Ceklek suara pistol terdengar,karena peluru mulai di isi kembali. Pistol itu sudah terarah pas ke arah hisyam

“Satu..dua..lariiiiii”kode Adam yang langsung berlari di ikuti Hisyam. Suara tembakan mengeringi langkah lari mereka, hingga mereka kembali masuk mobil.

Dengan cepat Adam menghidupkan mobil, kembali menjalankan mobil dengan cepat agar segera meninggalkan tempat kejadian.

“Mereka lolos!” pekik pria itu, kemudian berjalan mendekati mobil putih yang sudah terguling.

Seorang pemuda keluar dari mobil. darah mengalir dari kening dan hidungnya . Pria itu kemudian mengusap darah pada hidungnya, lalu meludah ke kiri dengan kesal” cuihh.. pria itu bukan orang sembarangan. Kita tidak bisa menyepelekannya” geram pria itu,kembali melihat mobilnya yang sudah hancur. untung saja dia masih bisa hidup.

“Ada pepatah. Jangan menyepelekan anak santri. Sepertinya aku harus menyetujui ucapan itu..”

“Ku pikir ini akan mudah,karena mereka terlihat lemah!. Tapi ternyata..mereka tidak bisa di sepelekan ” ujar pria itu yang di beri anggukan temannya.

*******

Mobil berhenti di jalan yang memang sangat ramai. sengaja Adam menghentikan mobil di sana, karena mereka sedang berada di situasi berbahaya. Bila di situasi ramai, penjahat pun akan berpikir ulang bila ingin melakukan tindakan kejahatan.

“Apa kamu baik-baik saja?” Tanya Hisyam melirik ufa yang masih menangis.

Ufa mengangguk kecil” kenapa mereka melakukan itu?!”isaknya yang masih merasa takut dengan kejadian yang sudah ia alami.

“Apa antum mengetahui alasannya Adam?” Tanya Hisyam sedikit menyelidik

Adam menggeleng” tidak!. Aku tidak tahu” bohongnya . Karena hanya akan semakin berbahaya bila Hisyam mengetahuinya.

“Sebaiknya kamu kebelakang, tenangkan istrimu dia membutuhkan pundakmu” suruh Adam tampa menoleh.

Menyetujui saran Adam, Hisyam berpindah ke belakang. dengan lembut Hisyam memeluk ufairah untuk menenangkannya”sudahlah..semua akan baik-baik saja. Mas janji,kamu tidak akan kenapa-kenapa” tenang Hisyam mengecup puncak kepala ufa,walau dalam hati pun Hisyam masih merasa cemas.

Tangis ufa semakin pecah, kepalanya di tenggelamkan di dada Hisyam karena sekarang ufa benar-benar takut kehilangan Hisyam “aku takut kehilanganmu..” jujur ufa di sela-sela tangisnya.

“Aku akan baik-baik saja. Selama kamu baik-baik saja” sahut Hisyam mempererat pelukannya.

“Apa aku harus memaksa Hisyam untuk mengambil jabatan CEO di perusahaan paman. Kurasa itu jalan terbaik..sepertinya Hisyam harus mengetahui semuanya” batin Adam mencoba menimbangkan keputusan Sarah.

Setelah suasana lebih baik, mereka kembali ke rumah hisyam. Sekarang Hisyam sudah berada di depan pintu rumah, dengan perlahan ia mengetuk pintu. Tidak perlu menunggu lama, karena pintu dengan perlahan terbuka memunculkan seorang wanita yang menyambutnya dengan senyuman ramah

“Ibu sudah pulang?”seru Hisyam memeluk Lasmi erat. karena sudah beberapa hari Lasmi jarang pulang ke rumah, tanpa alasan yang tidak di ketahui Hisyam.

Di belakang Adam terdiam, Lasmi pun terlihat menatap lurus ke arah adam dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.

“Baru saja terbebas dari kandang harimau, sekarang harus masuk ke kandang singa”batin Adam, merasa lelah dengan perlakuan ibu tiri Hisyam yang mempunyai dua wajah.

Mereka sudah masuk ke dalam rumah, Hisyam membantu ufa berjalan karena ufa masih terlihat lemas akibat kejadian tadi”duduklah..” suruh Hisyam lembut yang di beri anggukan lemah ufa.

“Kaka sudah pulang?” Seru Zahra berlari mendekati Hisyam ,adam dan ufairah “kenapa dengan ufa?” Tanya Zahra melihat ufa yang menyanderkan kepalanya di pundak Hisyam.

“Tidak ada apa-apa” sahut Hisyam lemah

“Sebaiknya aku pergi dulu” pamit adam berdiri”assalamu’alaikum “salamnya lalu berjalan pergi meninggalkan semua orang

“Kalau kalian lelah, sebaiknya kalian istirahat dulu” pinta Lasmi cemas ikut duduk di kursi

Hisyam melirik ufa untuk meminta jawaban”aku mau ke kamar” pinta ufa lemas

“Kalau begitu aku ke kamar dulu. Maaf kami tidak menyambut ibu dengan baik” sesal Hisyam bersalah

“Tidak papa hisyam… ,Melihat kalian saja, membuat rindu ibu bisa terobati” sahut Lasmi tersenyum.

Tanpa bertanya Hisyam mengangkat tubuh ufa di pangkuannya. Karena lelah dan lemas, ufa memilih tidak protes bahkan ia menyanderkan kepalanya di dada Hisyam kemudian terlelap tidur.

Setelah sampai di kamar Hisyam membaringkan tubuh ufa di ranjang, tangannya mengusap puncak kepala ufairah lembut.

Hati Hisyam terasa berat,saat mengingat kejadian tadi”Bukan aku yang ku cemaskan. Tapi dirimu ufairah..ketakutanku lebih besar, apabila terjadi sesuatu padamu” ucap Hisyam pilu mengecup kening ufairah

Jam sudah menunjukan pukul 20.30 WIB. Adam sedang berada di ruang tamu. Seperti biasa ia akan membaca Al-Qur’an, apalagi sekarang hatinya berada dalam kegundahan . Tampa ia sadari, Lasmi duduk tepat berada di depan Adam. hanya kursinya saja yang berbeda.

“Suaramu sangat merdu Adam” puji Lasmi tersenyum kecil

Spontan Adam langsung berhenti, mendengar suara Lasmi seperti membuat saraf tubuhnya seakan putus” bagaimana hari mu?. Sepertinya sangat menyenangkan” kata Lasmi lagi, sambil mengambil pot bunga di depannya yang terlihat berdebu.

Adam masih diam tidak mau menjawab, hanya tatapan saja yang menyiratkan rasa marah yang terpendam” sepertinya kamu tidak tertarik bicara dengan bibi” keluh Lasmi dengan raut muka kecewa

“Padahal bibi ingin memujimu, karena kelihaian mu dalam menyetir. Sungguh sangat mengagumkan!.”

“Kenapa bibi melakukan itu?!. Di mana rasa takut bibi kepada Allah SWT “tanya Adam tajam,bahkan Adam tidak bisa menjaga tutur katanya saat bicara dengan Lasmi.

Lasmi menoleh” benar kata dermawan, kamu memang pandai membuat orang bungkam.”ucap bibi tersenyum kecut.

“Baiklah..sebenarnya bibi sudah lelah berpura-pura. Bibi jujur saja. Mulai sekarang!. jangan ikut campur urusan ku Adam!.”tegas bibi penuh penekanan.

“Aku tidak bermaksud mengurusi orang lain. Tapi,aku hanya membantu orang yang tidak bersalah” balas Adam tenang

“Sekali lagi kau ikut campur. Ku pastikan, besok Sarah dan keluarga ufa tidak akan bisa bernafas lagi!” Ancamnya,yang hanya di anggap angin lewat oleh adam

“Mudah sekali bibi mengucapkan kata seperti itu. Bertaubatlah sebelum terlambat” tegur Adam yang tidak terpengaruh dengan ancaman Lasmi.

Dari balik dinding, seorang wanita bersembunyi. Walau mereka berbisik tapi ia masih bisa mendengarnya. Tangannya menutup mulut,tidak percaya dengan apa yang di dengarnya

“Kenapa ibu mertua melakukannya”lirih ufa sedih bercampur kaget bersamaan. Bahkan jantungnya berdetak tidak karuan, hingga keringat dingin sudah membasahi keningnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *