CerBung : Teka Teki Cinta Part 19

Semenjak mendengar perbincangan mertuanya,ufa benar-benar tidak bisa tidur. Sedari tadi ia hanya duduk di pinggir ranjang, walau sebelumnya ia pura-pura tidur agar Hisyam tidak cemas.

“Aku ingat saat ibu mertua bertemu dengan bibi di taman belakang. Apa sebenarnya mereka bekerja sama” simpul ufa . Pikirannya sekarang sedang berputar mencoba mencari jawaban dari setiap pertanyaan yang ada di benaknya.

“Dan aku ingat saat Sarah berkata. Orang baik belum tentu baik, dan orang jahat belum tentu jahat. Ia juga mengatakan kalau aku harus hati-hati dengan orang di sekelilingku ku. Dan saat aku pulang dia berpesan,agar aku bisa menjaga diri. Apakah maksudnya,aku harus menjaga diri dari ibu mertua” gumam ufa dalam hati

Tok tok tok

Suara ketuk pintu terdengar beberapa kali, tentu ufa di buat terkejut. Apalagi sekarang ia mulai takut dengan hana, dan yang ia cemaskan kalau itu adalah Hana.

“Apa kalian masih bangun?” Seru orang di balik pintu yang ufa yakini kalau itu adalah Adam

Dengan langkah cepat ufa membuka pintu. Dan benar, di sana ada Adam sedang berdiri dengan wajah menengok ke kanan dan kiri. Seperti sedang mengawasi,khawatir kalau ada yang melihatnya di depan kamar Hisyam.

“Bangunkan hisyan”suruh Adam cepat,dengan suara kecil namun masih di mengerti ufa

Tanpa banyak bertanya, ufa membangunkan Hisyam yang masih tertidur lelap. Sekali..dua kali.. ufa mencoba membangunkan Hisyam. Namun sampai sekarang, Hisyam masih belum membuka mata.

“Mas!. Mas!. Bangun mas!..bangun!” Pinta ufa panik sambil mengguncangkan tubuh Hisyam beberapa kali.

Merasa heran ufa belum kembali, dengan ragu Adam membuka pintu kamar. perhatianya sudah tertuju pada ufa yang sedang menguncangkan tubuh Hisyam.

“Ada apa dengannya?!” Tanya Adam ikut panik sambil menepuk-nepuk pipi hisyam yang masih belum membuka mata.

“Aku tidak tahu. Tadi dia masih terlihat biasa saja.. tolong bangunkan dia..”pinta ufa yang mulai menangis

Langkah adam memasuki kamar mandi, kemudian mengambil air. Tangannya memercikan air beberapakali kali ke wajah hisyam. Namun, itu gagal. Hisyam masih belum kunjung membuka matanya.

“Tolong..dia Adam. Kumohon..dia tidak boleh tertidur seperti ini” pinta ufa yang mulai menangis histeris,melihat Hisyam yang masih belum terlihat ada perubahan.

Prok prok prok

suara tepuk tangan terdengar dari arah belakang. Membuat kedua orang itu menoleh. Di sana sudah berdiri Lasmi dengan wajah angkuhnya bersama dua pria yang tidak lain, yang tadi pagi hampir membunuh mereka.

“Ibu!” Ufa tercengang melihat Lasmi yang datang menghampiri mereka.

dengan gerakan cepat,Adam menghalangi langkah Lasmi untuk tidak lebih dekat mendekati ufa dan Hisyam.

“Kau yang melakukannya!” Tanya Adam geram, bahkan ia sudah tidak bisa mengontrol emosi.

Kepala Lasmi memiring”owhh lihatlah anak muda ini. Mereka sepertinya sedang khawatir” kata Lasmi dengan wajah di buat iba” apa ada yang bisa bibi bantu?” Tanya Lasmi tersenyum manis namun malah membuat Adam semakin muak

“Apa yang kau lakukan pada Hisyam!” Tanya Adam lagi

“Tenanglah anak muda. Dia hanya sedang tertidur. bukanya mati!”balas Lasmi dengan penekanan di akhir kata.

“Ufa mundurlah… Jangan mendekat. teruslah di dekat Hisyam” suruh Adam mengibaskan tangannya ke belakang yang langsung di setujui ufa. Perlahan kaki ufa mundur ke belakang, hingga punggungnya membentur tembok.

“Ya Allah..bantulah kami” doa ufa dengan suara gemetar.Matanya melirik kembali Hisyam yang masih tertidur, membuat air mata ufa semakin jatuh.

“Bangunlah mas..” lirih ufa menjatuhkan tubuhnya ke lantai. Tangannya menggoyang-goyangkan tangan Hisyam. namun seperti biasa, Hisyam masih betah dengan tidurnya.

“Sebenarnya apa yang bibi mau?!”

Lasmi menunjuk dirinya”maksudmu bibi. Ahhh ya ya ya, kamu bertanya tentang kemauan bibi kan?” Tanya balik Lasmi pura-pura tidak mengerti.

“Sebenarnya kemauan bibi hanya sederhana. Bibi hanya ingin rumah ini!. Perusahaan !. Semua yang di miliki dermawan. Bibi ingin memilikinya” jawab Lasmi dengan nada tinggi , membuat ufa semakin meringkuk takut di dekat Hisyam.

Lasmi semakin mendekati Adam” apa kamu tidak ingin bertanya kemana dermawan?” Kata bibi kembali tenang.

“Apa yang bibi lakukan pada paman” balas Adam yang mulai was was

“Pamanmu sudah tenang di alam sana. A..dam!.” Sahut bibi sambil menunjuk ke langit

Adam dan ufa terbelalak tidak ada kata yang ke luar dari bibir mereka. Ucapan bibi sudah sukses membuat Adam menggepalkan tangannya kuat

” terbuat dari apa hati bibi!.”bentak Adam tak kuasa menahan rasa sakit dalam hatinya.

“Sudahlah..cukup dramanya. Kita selesaikan semuanya. Tangkap mereka!” Perintah Lasmi yang langsung di setujui bawahannya.

Langkah Adam memundur. Tampa ada aba-aba kedua pria itu langsung menyerang Adam. Berulang kali Adam mencoba menangkis setiap pukulan. Bahkan setiap kali salah satu ingin mendekati ufa dengan cepat Adam menghalanginya.

Melihat Adam mulai fokus dengan salah satu temanya, dengan seringaiyan tajam, pria itu menendang punggung Adam, membuat Adam langsung tersungkur ke depan.

“Lariii ufaaaa!!!!!”teriak Adam namun ufa malah semakin meringkuk takut di dekat Hisyam.

Dengan lemah Adam mencoba berdiri, namun lagi-lagi ia terkena tendangan dan pukulan beberapa kali. tangis ufa semakin pecah, matanya terpejam takut saat Lasmi semakin mendekat dengan senyuman yang terlihat sangat mengerikan

Tangan lasmi mulai terulur pada rambut ufa,rasanya sudah gatal ingin menjabaknya

Grepp

Seseorang mencekal tangan Lasmi, membuat Lasmi menoleh. Matanya seketika membulat,ketika ia melihat Hisyam lah yang mencekal tangannya kuat, tatapannya terlihat tajam dengan wajah menahan geram.

Hisyam bangkit dari ranjang. tangannya masih mencekal erat tangan Lasmi, membuat wanita itu meringis sakit” kau membunuh ayahku!!” Teriak Hisyam menghempas tangan Lasmi hingga Lasmi langsung jatuh ke lantai

Melihat boss nya terjatuh. Kedua pengawalnya langsung menyerang Hisyam. Namun..mereka bukan tandingan Hisyam, tidak perlu waktu 30 menit untuk merobohkan semua pengawal Lasmi. Wajah Hisyam masih menampangkan gurat geram.

“Beraninya kau membunuh ayahku!” Teriak Hisyam yang ingin mendekat. namun segera di tahan ufa

“Dia ibumu..jangan lakukan apapun padanya”pinta ufa memeluk tubuh Hisyam dari belakang “aku senang..kau bangun. Jangan tertidur lagi” pinta ufa terisak,semakin mengeratkan pelukannya.

Seketika Hisyam luluh. Semenjak tadi ia hanya pura-pura tidur hanya untuk menemani ufa. Memang Lasmi sempat memberikannya minuman, namun minuman itu malah jatuh. karena tidak ingin membuat Lasmi kecewa, jadi Hisyam dengan segera membersihkannya dan mengatakan kalau ia sudah meminumnya dengan habis.

“Jangan tertidur lagi. ku mohon” pinta ufa memohon.

Hisyam membalikan badannya membalas pelukan ufa erat. Hatinya sungguh sangat hancur, hanya dalam 1 hari mampu membuat hidupnya langsung berubah.

“Rasakan iniiiiiiiii” teriak Lasmi berlari untuk menusukan pisau ke punggung hisyam

Jlebbb

Mata Adam membulat, merasakan pisau tajam itu sudah menusuk dalam perutnya. Hisyam berbalik, melihat Adam yang berada di balik punggungnya, dengan cepat Hisyam menangkap tubuh Adam yang mulai terjatuh.

“Adam!!”panik Hisyam melihat pisau masih menancap dalam perutnya.

“Panggil ambulan!” Teriak Hisyam.

Air mata kembali terjatuh di mata ufa, dengan tangan gemetar ufa menelepon ambulan. Sedangkan Lasmi memilih melarikan diri ke luar, semua orang sudah tidak memperdulikan Lasmi.

“Dasar bodoh!” Pekik Hisyam membuat Adam tersenyum tipis. Tidak ada erangan atau kesakitan yang terlihat di wajah Adam, seakan itu tidak menyakitkan sama sekali.

“Setidaknya kita seimbang..”balas Adam lemah, walau rasa sakit sudah mulai menggerayangi seluruh tubuh

Wajah dan bibirnya sudah memucat, bahkan tangannya pun terasa dingin di tangan Hisyam”antum sahabat paling bodoh!” Kata Hisyam tertunduk hingga isak tangis terdengar keluar dari bibirnya

“Antum sahabat ana dari kecil. Haaa tidak ada yang lebih baik dari pada itu” sahut Adam lemah dengan napas yang mulai terengah-engah

“Jangan bicara!. Berhentilah bicara, ana tidak suka mendengarnya” larang Hisyam terisak. membuat Adam semakin melebarkan senyumannya, namun hanya terlihat senyuman hampa bagi hisyam.

Matanya terpejam perlahan seiring waktu yang berdetik ” Adam!!.” Panggil Hisyam mengguncangkan tubuh Adam beberapa kali

Ufairah ikut berjongkok di dekat Hisyam. Air mata pun tidak bisa ia tahan melihat persahabatan antara Hisyam dan Adam. Andai bisa di tuliskan begitu erat persahabatan mereka, maka tidak akan habis di tulis dalam satu buku. Bila bisa di ukur persahabatan mereka,maka tidak akan bisa di ukur dengan jumlahnya air laut.

Lasmi terus berlari ketakutan keluar rumah. Melihat mobilnya ,Lasmi semakin mempercepat larinya. Namun lagi-lagi seorang gadis bercadar menghalangi langkahnya

“Minggir kau!” Bentak Lasmi ingin mendorong wanita itu, namun malah ia yang terjatuh

“Kau melukainya. kau melukainya..” lirih wanita itu kemudian mendekati Lasmi. Tubuh Lasmi semakin memundur ke belakang karena takut dengan wanita di hadapannya

“Kenapa kau melukainya!”bentak wanita itu menggampar Lasmi, seakan ia lupa dengan batasan yang ada. “kenapa kau melukainya hiks kenapa..”tanya wanita itu dengan suara mulai memelan. Tubuhnya semakin terjatuh lemas ke tanah. kepalanya tetunduk dalam karena Isak tangis yang tidak bisa ia tahan lagi.

“Dia tidak mencintaimu!. Jadi buat apa menangisinya” balas Lasmi ikut membentak walau ia masih merasa takut

Sarah mendongkak menatap Lasmi tajam” karena cinta tidak butuh balasan!. Kau sudah menghancurkan semua orang. Semoga Allah membalas perbuatanmu!” Tunjuk Sarah ke arah Lasmi

Tidak lama suara ambulance dan mobil polisi berdatangan. Polisi segera turun dari mobil. Lasmi yang melihatnya segera ingin kabur, namun dengan cepat Sarah menahannya.

“Berani-beraninya kau menahan ku. Lepaskan aku!!” Teriak Lasmi marah,

“Kami akan membawanya pergi. Terimakasih sudah melaporkannya nyonya” tunduk hormat salah seorang polisi yang tidak mendapat respon dari Sarah.

Sarah masih diam tertunduk di tanah. hatinya semakin merintih sakit, saat Adam sudah di masukan ke dalam ambulance. Kakinya ingin berdiri untuk mengejar, namun tubuhnya sudah sangat lemah. bahkan hanya bicara bibirnya terasa kelu.

“Dia akan baik-baik saja. percayalah..” tenang ufa memeluk sarah. Bahkan ufa pun sama sakitnya dengan sarah

“Kenapa kau bisa tahu kejadian ini?” Tanya ufa setelah Sarah mulai tenang

“Ukhty menelepon ana tadi” balas Sarah,

Kening ufa berkerut. kemudian segera melihat handpond nya dan benar, ia malah menelepon sarah. Akibat rasa takut dan cemasnya, ufa sampai tidak teliti siapa yang ia telepon.

“Mungkin ini jalan Allah. Jadi Allah mengirimkan mu untuk menyelamatkan kami” sahut ufa tersenyum tipis
walau Sarah memilih diam tidak merespon. Pikirannya masih melayang ke pada Adam

“Kita pergi ke rumah sakit”ajak ufa memegang pundak Sarah untuk berdiri.

#2 Minggu kemudian

2 Minggu sudah berlalu. Semua sudah berjalan kembali ke semula, namun hanya ada beberapa perbedaan yang terjadi.

Sekarang Sarah memilih kembali ke rumahnya, setelah bibinya di tangkap polisi. Siapa sangka Sarah merupakan orang yang berada. Namun bedanya, semua hartanya sudah ia sumbangkan ke panti asuhan dan Pon-Pes Nurul Huda. hanya ada berapa jumlah uang yang Sarah bawa. Sekarang, Sarah memilih tinggal bersama bibi dan paman ufairah, karena walau mereka hidup dalam kesederhanaan, tapi mereka tidak pernah ada yang mempermasalahkan harta.

Sekarang Sarah sadar. Apa gunanya harta, bila hanya memunculkan pepecahan keluarga. Apa gunanya harta? ,bila hanya menimbulkan kesengsaraan dunia. Contohlah kehidupan nabi Muhammad Saw, hidup dalam kesederhanaan namun hidup di penuhi dengan keberkahan dari allah SWT. Sungguh sangat mendamaikan hati dan jiwa.

“Assalamualaikum ufairah?” Salam Sarah melambaikan tangan saat ia berjalan di lorong rumah sakit.

Ufairah berbalik, ikut melambaikan tangan ke arah Sarah”wa’alaikumsalam”salamnya balik dengan riang.

“Sendiri lagi?”

Ufa mengangguk kecil, dengan lesuh” setelah ayah meninggal. Hisyam mengambil alih seluruh pekerjaan ayah. Bahkan guru Badrudin menyarankan kalau Hisyam lebih baik mengurus semua pekerjaan ayah. Soalnya guru tahu benar bagaimana perjuangan ayah untuk mendirikan perusahaan besar itu” balas ufa.

“Kan,barang siapa orang yang mau berusaha, dia pasti akan dapat menggapai mimpi nya. Mungkin ayah Hisyam seperti itu” sahut Sarah tersenyum riang. Sekarang Sarah lebih terbuka ke pada ufa, bahkan sesekali mereka akan berjalan bersama untuk makan atau sekedar curhat-curhatan.

“Nyonya!!. Tn Adam bangun dari koma”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *